Hanya Sedikt Berbagi (Sesaat Sebelum Pencoblosan)

Assalamualaikum.wr.wb
Entah angin apa yang membawaku tiba-tiba ingin menulis. tapi usai membaca berbagai opini di media sosial seperti twitter, facebook.. grup whatsapp.. ada banyak hal yang membawaku menulis malam ini. ya, berbagai opini muncul mengenai PEMILU esok hari.


Aku terlahir sebagai anak dari aktivis dakwah yang berkecimpung dalam sebuah wadah dakwah bernama Partai Keadilan Sejahtera. sejak kecil, aku sudah dikenalkan pada gerakkan partai ini meski aku sama sekali tidak mengerti apa itu partai. aku hanya ikut ummi dan abiku jika ada kegiatan.

Masih ku ingat sekitar 10 tahun yang lalu, saat usiaku 8 tahun, aku ikut rombongan berbaju putih memenuhi sebuah tempat, kampanye katanya. disana orang-orang berjilbab panjang, yang laki-laki seperti ustadz, ada jenggotnya. kakak-kakak yang masih muda juga tersenyum ramah melihat aku yang tidak mengerti apa itu kampanye. Ramai, dan kadang membuatku sadar "ada ya orang sebanyak ini...." Sambil bernasyid menggelorakan semangat perjuangan.. Saat itu, nomor partainya 24.

 
Aku tidak tahu berapa hasil pemilu tahun 2004 saat itu, karena buatku partai itu sama saja seperti agama. kita boleh bebas memilih partai yang kita mau. dan aku tidak mengerti bahwa saat itulah partai ini mengalami grafik kenaikan yang cukup signifikan dibanding pemilu tahun 1999.

 
Aku juga masih ingat bagaimana beberapa tahun lalu aku ikut kegiatan-kegiatan di partai ini. seperti baksos dan layanan kesehatan yang cukup sering diadakan, yang membuat teman-teman ummi dan abi harus rapat sampai malam membicarakan bagaimana agar besok baksosnya sukses, bagaimana agar kupon sudah terbagi merata. mereka mengedrop barang-barang baksos ke rumahku, hingga penuhlah ruang tamuku dengan ratusan plastik sembako yang akan dibagikan. hingga esoknya ummi terlalu sibuk mengurus baksos dan pelayanan kesehatan yang memang dibuka seharian, hingga malam, ummi baru kembali ke rumah. Menanyakan aku dan adik-adikku "Kamu sudah makan nak? Maaf ya ummi daritadi sibuk banget.."

Buatku tak masalah. aku tahu kok yang ummi lakukan..

Di tahun 2007, saat banjir besar pertama (yang katanya) 5 tahun sekali melanda sebagian besar wilayah Jakarta.. aku masih jernih melihat bagaimana ummi dan abi sibuk menelpon rekan kerjanya di partai ini, bertanya tentang bantuan makanan yang apakah bisa diberikan ke daerah sekitar rumah kami? atau bagaimana ummi dan abi mengecek dapur-dapur umum yang disediakan oleh PKS telah selesai memasak dan siap untuk didistribusikan saat itu juga.. waktu itu masih jelas ku ingat aku membantu memotong kacang panjang untuk dimasak. dan siang itu aku juga ikut ummi memberikan makanan itu untuk orang-orang kebanjiran.

 
Pada pertengahan tahun 2007, Adang Darajatun dan Dani Anwar menjadi calon gubernur dari pks. seperti biasa, atribut seperti stiker dan spanduk bertumpuk banyak di ruang tamuku. yang cukup membuatku kaget adalah saat ku ketahui bahwa pada tengah malam, abi dan teman-temannya begerak untuk menempelkan berbagai atribut dan spanduk di sepanjang jalan.. kata abi, kalau calon lain juga pasti melakukan itu, dibayar, satu spanduk berapa.. tapi di pks ini, semua dilakukan secara gratis oleh para pejuangnya.. abi dan teman-temannya hanya bilang bahwa ini jihad kita dan cuma berharap Allah yang ganti.


Dan ternyata Pak Adang dan Pak Dani belum diberikan kesempatan oleh Allah untuk memimpin Jakarta. ku lihat raut kekecewaan muncul pada wajah ummi dan abi. jelas sekali banyak kecurangan pada pilkada saat itu, tapi katanya pks tidak mau memperpanjang masalah.. dan menerimanya. cukup kata itu, menerima.


Tahun 2009, umurku 14 tahun. aku masih saja suka membuntuti orangtuaku saat ada kegiatan-kegiatan. rupanya baksos dan layanan kesehatan memang rutin diadakan, untuk melayani katanya. Oh, aku baru sedikit mengerti. Di tahun itu partai ini masih sibuk dengan kerja-kerjanya. Sayangnya aku belum bisa memilih. aku hanya membututi ummi saat memberikan snack dan makan siang untuk para saksi di TPS-TPS. Dalam hati aku berfikir "Masih lama ya nunggu sampe bisa milih nanti:("


Entah mengapa aku suka mengikuti orangtuaku. Aku hanya berfikir apa yang mereka lakukan baik. Aku tidak mengerti benar tentang politik, yang jelas kata ummi, politik itu hanya sebuah jalan untuk memperluas lahan dakwah kita.. dengan berpolitik tentu kita bisa mendapatkan posisi yang strategis di pemerintahan. dengan begitu, kita bisa sedikit demi sedikit mengubah hal-hal yang tidak baik menjadi kurang baik, lalu menjadi sedikit kurang baik, dan lama-lama goalnya adalah menyusun peraturan di negeri ini menjadi baik.


Aku hanya tercengang, mengangguk sedikit mengerti.

Saat itu aku membulatkan tekadku untuk menjadi bagian dari jalan ini, dimana orangtuaku yang sudah lebih dahuu merasakan berbagai suka dukanya. sayangnya terkadang semangat tak sebanding dengan pengetahuan politikku. aku tidak mengerti benar bagaimana ilmu politik, aku bersemangat benar mempromosikan Pak Hidayat Nur Wahid saat akan menjadi gubernur di tahun 2012. aku mempromosikan ini itu, tapi belum bisa memberikan alasan yang jelas kenapa harus mempromosikannya. mungkin ini semacam semangat berbagi, namun belum tahu bagaimana cara berbagi. saat itu aku sadar, bahwa bertekad saja sangat tidak cukup, perlu ilmu dan pengetahuan yang luas untuk menjadi salah satu orang yang berusaha memperbaiki hal-hal menjadi baik.


Saat badai menerjang, yaitu ketika presiden pks, ustadz LHI ditangkap oleh KPK dengan tuduhan korupsi sapi.. aku menatapnya nanar dari kejauhan, aku tak percaya bahwa seorang presiden bisa tertangkap seperti itu, dan seiring berjalannya waktu ternyata tuduhan itu belum sepenuhnya terbukti, padahal sudah lebih dari setahun ustadz lutfi ditahan. Yang aku bayangkan adalah bagaimana kondisi anak-anak ustad Luthfi, bagaimana mereka menerima kondisi ayahnya yang selama ini sibuk di jalan ini, tiba-tiba diboyong ke kantor polisi dengan tuduhan yang amat menyakitkan 'koruptor' well, meski belum terbukti, siapapun temannya akan tetap mengecap seperti itu. hal inilah yang membuat hatiku ikut tersayat, menangis. semoga orang-orang yang berada dibalik ini semua diberi hidayah oleh-Mu ya Allah.


Dengan ditangkapnya ustadz Luthfi, reputasi pks sebagai partai yang bersih tiba-tiba saja menjadi kelabu. tentu diperparah dengan bumbu lezat media yang ada. aku kadang bingung harus menjawab apa pada orang yang bertanya tentang pks, atau apa yang harus kulakukan pada orang yang menjelek-jelekkan pks. aku masih ingat bagaimana ummi menangis saat shalat malamnya, berdoa untuk kesembuhan partai ini. sebagai anak, aku hanya bisa ikut empati, seraya ikut berdoa. "Ya Rabb, rencana apa yang Kau siapkan untuk kami?"

Namanya sebuah perkumpulan, mungkin tak akan ada yang sempurna. namun pks hanya berusaha untuk terus memperbaiki diri.


Dan hari ini, 9 April 2014 akan menjadi bukti bagaimana pks diterima masyarakat. apapun hasilnya nanti, aku sudah melihat usaha yang amat keras dari para pejuangnya.
 
Bagaimana mereka mengadakan baksos setiap minggu diberbagai titik yang berbeda. Bagaimana mereka melakukan spin doctor, langsung turun ke masyarakat menjelaskan Bagaimana cara memilih, memberikan apa yang dimiliki dengan sukarela, ikhlas karena Allah. lihatah bagaimana saat kampanye akbar di GBK tanggal 16 Maret kemarin, bagaimana para kader dan simpatisannya memenuhi GBK bahkan belum cukup menampung orang yang datang. aku hanya meneteskan setetes air mata haru, inilah yang mungkin Engkau siapkan ya Allah. meski kampanye akbar ini tak menjamin kemenangan, namun selalu ada doa dari orang-orang shalih untuk partai ini.

Aku jadi ingat bagaimana orasi ustadz Anis Matta yang mengatakan bahwa kisah partai ini mirip kisah Nabi Yusuf As. bagaimana Nabi Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan akhirnya berhasil keluar dari sumur itu, hingga akhirnya perjalanan Nabi Yusuf mencapai istana sebagai bendaharawan. ya, tiada yang tahu apa yang akan terjadi pada satu detik ke depan. tapi tentu kita berharap kisah itu benar terjadi pada masa kini.

Kata-kata yang paling menarik buatku adalah saat Ustadz Anis berkata
"Kita akan bisa memimpin Indonesia bila kita menjadi OTAK, HATI dan TULANG PUNGGUNG Indonesia."
 

Ya, banyak hal yang aku tulis diatas, murni hanya kisah dan pendapatku mengenai pks. diluar semua itu, aku tahu ada orang yang tak suka membaca tulisan semacam ini. atau ada yang tidak suka jika ada yang mempromosikan hal ini di grup-grup.. aku mohon maaf, tapi aku hanya merasa perlu menyampaikan apa yang selama ini ada di hatiku. aku hanyalah seorang anak kader yang masih berusaha memahami tentang pergerakan partai ini. dan inilah yang kurasa baik untuk aku bagikan.

Entah siapa yang akan membaca ini sebelum mencoblos, tentu tidak akan benyak berpengaruh.

Tapi aku hanya berharap tulisan ini tersampaikan dan memberi semangat untuk para pekerja yang memburu surga.


Semoga Allah memberkahi..
Wassalamu'alaikum.wr.wb
09-04-2014 (0:35)

Seorang Pemilih Pemula Pancoran
http://just-silmiky.blogspot.com/2014/04/hanya-sedikt-berbagi.html