Postingan

Menampilkan postingan dengan label dahlan iskan

BK DPR PAKSAKAN SANKSI KEPADA ALEG PKS ZULKIFLIMANSYAH

Gambar
Seperti diketahui, BK DPR memberi sanksi peringatan ringan kepada Zulkieflymansyah terkait dugaan pemerasan yang dilakukan anggota DPR terhadap BUMN. Padahal dalam laporan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Zulkieflimansyah disebut sebagai anggota DPR yang mencegah pemerasan terhadap PT. Merpati Nusantara Airlines. Politisi PKS itu bukan termasuk yang dilaporkan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan. Ia justru dipuji karena dianggap mencegah aksi tersebut. Laporan tersebut telah beredar di masyarakat sementara fraksi PKS dan politisi PKS  Zulkiflimansyah belum menerima salinan putusan resminya. Fraksi PKS pun memprotes bocornya daftar nama itu karena belum ada surat pemberitahuan resmi dari BK DPR. "Ini kan menyangkut nama baik para anggota dan institusinya, yakni PKS. Oleh karenanya, BK dalam menyampaikan informasinya terkait dengan hal-hal yang sudah diatur dalan tata acara di BK, belum menyampaikan kepada anggota bersangkutan dan fraksi, tapi sudah dibocorkan ke publik,...

KETIKA PEMILIK MEDIA SUDAH TERJUN KE DUNIA POLITIK PARTISAN (Ulasan terkait Pemilu dan Pilpres 2014)

Gambar
Saat ini, dari sekian banyak media televisi dan radio, banyak terjadi ketimpangan atau ketidakseimbangan dalam pemberitaan karena kepentingan politik partisan. Praktis, masyarakat jadi obyek ‘perang antar media’ untuk kepentingan politik geng pemiliknya.  Menurut Garin Nugroho, para penggerak dan pemilik media yang ikut terjun ke dalam politik menjadi era baru antara bisnis dengan kekuatan politik. Kekuatan media, khususnya pemilik stasiun televisi akan turut mewarnai pertarungan politik di 2014. Ia mengaku khawatir hal itu akan berdampak pada komunikasi publik kode etik komunikasi dalam kehidupan berdemokrasi. "Hanya politik dealer saja, gagasan tak ada. Tahun 2014 akan ada perubahan besar. Bisnis tercipta antara politik dan media," jelasnya. Banyaknya pemilik modal yang berasal dari partai politik atau ingin terjun di dunia politik kekuasaan, berasal dari para penguasa media di Indonesia, 1. Metro TV kepemilikan Surya Paloh 2. Viva, ANTV, TV One k...