Postingan

Menampilkan postingan dengan label rizaludin

Visi 2020: Meraih Lebih dari Sekedar Pencoblos Kertas Suara

Gambar
Visi 2020: Meraih Lebih dari Sekedar Pencoblos Kertas Suara Membaca arahan para pemimpin PKS  setelah Munas keempat di Depok bulan September 2015 yang lalu, rasanya kader PKS seperti diajak berlari di track yang pernah dilalui, namun dengan energi yang  lebih baru. Dengan kata lain, tidak ada perubahan konsep dari gerbong kepemimpinan sebelumnya, namun kader PKS didorong untuk memiliki kekuatan dan kreatifitas yang baru, agar setiap langkah yang dilalui dalam track tersebut bisa lebih produktif. PKS tidak - dan insya Allah tidak akan – mengubah tujuan dan manhaj asasinya: Dakwah adalah yang utama! Ia menjadi alasan masih bertahannya kita dalam kancah kompetisi politik di tanah air. Meyakini bahwa perkataan terbaik adalah ajakan untuk menjalani hidup di jalan-Nya, akan membuat kader – kadar PKS tidak cepat lelah di tengah  kompetisi politik yang semakin berat dan keras. “Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh dalam Berkhidmat untuk Umat, Bangsa dan Negara.” Demikia...

JANGANLAH MENCACI KEGELAPAN, TAPI NYALAKANLAH LILIN !!!

Gambar
Rizaludin Oleh Rizaludin (mantan ka. dpc pks pancoran 2008 - 2010) Manalah mungkin kita bisa menikmati kebahagiaan hidup bertetangga, kalo tetangga kita tak mampu memperlihatkan senyum tulusnya karena pusing memikirkan anaknya sakit namun tak punya uang untuk membayar dokter dan obat, atau gundah gulana karena uang belanja hanya tersisa untuk seminggu padahal gajian masih 3 minggu lagi. Tapi prihatin saja tidak cukup, Prihatin tanpa aksi, akan menghasilkan kepanikan. Kepanikan akan menghasilkan reaksi yg cenderung negatif dan Kita tentu tak ingin masyarakat kita menjadi masyarakat yg negatif. Kalau urusannya sudah sesuap nasi utk anak istri, bayaran sekolah anak, dan segepok kebutuhan mendasar lainnya, dalam kondisi kepepet, banyak orang kehilangan komitmen moralnya dan terjerembab ke jalan yang tidak halal. Kita tentu tak ingin itu terjadi. Sekali lagi. Kita semua tak ingin satu-pun warga dan tetangga kita terjerembab ke jalan itu. Dalam tulisan-tulisan soa...

Tetap Semangat !!

Gambar
Oleh Rizaludin Warga Pancoran yg kami sayangi, sebuah serbuan krisis global telah menghampiri negri kita. “Getaran”nya sudah terasa di kantor-kantor tempat para ayah dan suami bekerja, di lapak-lapak tempat banyak kepala keluarga berdagang. Para pedagang mulai berkurang hasil penjualannya, sebagian pekerja mulai dirumahkan sementara, sebagian yg lain dirumahkan secara permanen alias di-PHK. Kita semua tentu prihatin melihat ini semua. Bahkan kalaupun kita termasuk orang yg tidak terkena dampak krisis ini, berkurangnya kebahagiaan bagi tetangga dan sahabat-sahabat dekat, akan berdampak bagi kebahagiaan kita juga, karena tak mungkin kita bahagia sendirian. Manalah mungkin kita bisa menikmati kebahagiaan hidup bertetangga, kalo tetangga kita tak mampu memperlihatkan senyum tulusnya karena pusing memikirkan anaknya sakit namun tak punya uang utk membayar dokter dan obat, atau gundah gulana karena uang belanja hanya tersisa utk seminggu padahal gajian masih 3 minggu lagi. Tapi p...