Postingan

Menampilkan postingan dengan label Piala dunia

Effendi Gazali: Celakalah Elit yang Politisir Sepak Bola

Rupanya ada sisi lain dari prestasi tim nasional di Piala AFF, yang justru bisa negatif untuk kemajuan sepak bola kita. Sebab kita jadi berpikir: sepak bola kita urus begini saja sudah jadi juara, apalagi yang harus dibenahi? Itulah yang dikhawatirkan oleh Effendi Gazali, pengamat komunikasi politik yang juga penggiat sepak bola. Padahal menurut peliput Piala Dunia 1990 itu, buruknya prestasi sepak bola harus dilihat dari dasar, yakni semakin hilangnya lapangan sepak bola karena digerus gedung dan mal. Jadi kalau Presiden SBY dan Ketua Umum Partai Golkar benar-benar peduli dengan masa depan sepak bola kita, keluarkan kebijakan yang melindungan dan bahkan memperbanyak lapangan sepak bola. Jika masalah dasar dibenahi, manajemen PSSI baru sasaran berikutnya. Berikut petikan wawancara detikcom dengan Effendi Gazali, yang juga dosen komunikasi pada Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Sabtu (25/12/2010) kemarin. Mengapa para politisi seakan menaruh perhatian serius dengan Tim ...

PKS: Jadikan Final Piala AFF (Indonesia vs malaysia) Sebagai Pesta Rakyat

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menjadikan partai final Piala AFF antara Indonesia Vs Malaysia sebagai ajang pesta rakyat. Selain akan mengerahkan supporter di pertandingan yang akan dilangsungkan distadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur (26/12) dan Gelora Bung Karno, Jakarta (29/12), PKS juga akan menyelenggarakan nonton bareng. “Saya sudah instruksikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS seluruh Indonesia untuk menggelar acara nonton bareng bersama rakyat sekitar. Kami ingin peristiwa ini menjadi ajang pesta rakyat,” ujar Sekjen DPP PKS Anis Matta di Jakarta. Menurut Anis keberhasilan tim nasional melaju ke final merupakan sebuah prestasi yang membanggakan dan harus disyukuri. Peristiwa ini sekaligus juga menjadi unsur penguat nasionalisme dan pemersatu bangsa. Anis berharap dukungan dan antusiasme masyarakat Indonesia bisa menjadi modal utama dan motivasi yang kuat bagi para pemain untuk membawa pulang piala AFF. “Bangsa ini sudah lama haus prestasi, ter...

Fenomena Akhir Tahun 2010 : Harga Tiket AFF dan Cabe sama – sama Naik

Gambar
Pertengah Desember kemarin (17/12), Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng menjamin harga tiket masuk tidak akan dinaikkan."Kita harapkan harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Yang kemarin itu cukup terjangkau," kata Andi kepada para wartawan. Sebelumnya, pada laga semifinal leg pertama, panitia menjual 70.725 lembar tiket untuk semua kelas. Sebanyak 61.600 tiket berbayar, dan 9.125 tiket khusus. Tiket VVIP dijual Rp 500.000, VIP Barat Rp 350.000, VIP Timur Rp 250.000, Kategori I Rp 150.000, Kategori II Rp 100.000, dan Kategori III: Rp 50.000. Namun hal tersebut tidak senada dengan pengurus PSSI Nugroho Besus, “Ya, kenaikan pasti ada. Di Piala Dunia pun, setiap naik level, harga tiket juga naik.” Mengenai berapa besar kenaikan harga tiket, Nugraha belum bisa memastikan. Yang pasti cukup besar. “Yang pasti cukup signifikan. Tetapi tidak sampai 50 persen,” terangnya. Kenaikan harga tiket juga diikuti dengan kenaikan jumlah tiket yang digelar. “Kalau kemarin 65 r...

Sepak Bola, Kala Keyakinan Pemain - Kala Kemenangan Tim di Lapangan

Gambar
Dalam acara Democrazy di MetroTV Minggu (19/12) yang lalu, politisi Budiman Sudjatmiko (PDIP) berkomentar bahwa tidak ada hubunganya antara keyakinan agama pemain dan kemampuan teknicalnya (ataupun kemenangan). Benar tidaknya pernyataan tersebut mari kita ulas di sini dengan lebih detail tentunya. Pertandingan sepak bola adalah ajang yang merangkum segala aspek kehidupan manusia yaitu politik, ekonomi, hingga agama. Sepakbola memang tak mengenal batas, sepakbola mampu menyentuh manusia dalam hal yang paling pribadi, seperti kepercayaan mereka terhadap Tuhan. Ketika kemenangan begitu dicari di atas lapangan sepakbola, orang-orang membutuhkan sesuatu yang dapat mendorong mereka meraihnya. Ambisi, impian, tekad, dan semangat takkan lengkap jika tidak disertai keyakinan. Tak pelak, Piala Dunia yang digelar di Afrika Selatan tahun ini sudah seperti festival religi. Pada 1986, Diego Maradona menggunakan tangannya untuk menciptakan gol ke gawang Peter Shilton pada pertandingan perempat-final ...