Mohon Bantuan : Siswi SMP Warga Rawajati Hilang Sudah Lima Hari



Siswi SMP tidak pulang - pulang, Sabtu (13/9), lalu pamit ke rumah teman. Hari minggu nelpon, kalau dia ada di acara ulang tahun. Setelah itu HP-nya tidak aktif, diduga siswi ini dibawa kabur teman laki -laki kenalannya di Facebook.

Karena diiming-imingi pesta kerumah temannya  lewat facebook,  Vivi Salfia (14) yang berdomisili  di Gang Langgar No. 19 RT 01/03, Rawajati Timur, Pancoran, Jakarta Selatan, sudah 5 hari tidak pulang ke rumah. Orangtua menduga, jika siswi kelas VIII SMP Wawasan Nusantara itu dibawa kabur temannya yang dikenal melalui Facebook.  

Anak pertama dari 2 bersaudara pasangan Selamat (70) dan Kuswati Ningsi (79), terakhir meninggalkan rumah dengan alasan ingin bermain ke rumah temannya pada Sabtu malam (13/9) sekitar pukul 18.30. Dia diketahui mengenakan celana jins warna biru dan baju kaos biru bergaris hijau.

"Pada hari Sabtu itu, sekolah memang libur. Seharian dia di rumah saja. Pas habis maghrib, dia pamit ke pakde-nya mau pergi ke rumah temennya. Namun, hingga kini tidak pulang," kata nenek korban Sumarningrum ketika ditemui Harian Terbit di kediamannya.

Dia juga menceritakan bahwa  korban sempat dua kali menghubungi pihak keluarga Minggu siang, sehari setelah Vivi pergi dari rumah. Dari handphone itu, terdengar suara lelaki, yang mengatakan jika Vivi tengah bermalam di jalan Swadaya 2, Poltangan, Pasar Minggu, untuk menghadiri acara pesta ulang tahun.

''Ada laki-laki yang menelepon bernama Irwan. Dia bilang, Vivi lagi ke acara ulang tahun temennya bernama Dian. Nah, Irwan, mengaku sebagai abang nya Dian. Tapi pas keluarga mencoba mencari alamat yang diberikan, HP nya tak bisa dihubungi lagi," ucap Sumarningrum sembari mengeluarkan air mata.

Selain itu, Sumarningrum yang juga nenek dari korban menegaskan jika Vivi tidak memiliki masalah di keluarga, sehingga kepergiannya dirasa sangat janggal. Apalagi, kata dia, Vivi adalah anak yang jarang bergaul, lantaran hingga tamat sekolah dasar (SD), Vivi dirawat dan dibesarkan oleh kedua orangtuanya di Lampung.

''Vivi sejak masuk SMP, atau satu setengah tahun lalu, baru ada di Jakarta. Dia di titipkan ke saya, selaku neneknya, karena kedua orang tuanya hanya petani jagung di Lampung," jelasnya.

Dia mengatakan peristiwa ini sangat membuat dirinya dan keluarga gelisah tidak kepalang. Keluarga, lanjutnya, berharap agar Vivi dapat segera pulang atau dipulangkan oleh teman yang diduga dikenalnya di jejaring sosial tersebut. Sebab, sang Nenek mengakui jika dirinya memang kerap melihat Vivi bermain HP.

Paling kalau di rumah nonton TV sama main HP, selebihnya dia seperti biasa. Cucu saya itu pendiam. Kalau main, biasanya juga sama bocah-bocah di depan rumah. Kalau di sekolah, kata teman sebangkunya, Vivi tak pernah cerita jika dirinya ada masalah, atau pacaran," pungkasnya.

Sebelumnya, keluarga pun telah melaporkan peristiwa malang ini ke Polsek Pancoran dengan nomor laporan LP/05/B/IX/2010. Namun hingga kini, gadis ABG tersebut tak kunjung ditemukan.

sumber : HarianTerbit