Bang Prima Sediakan Layanan Iridologi Untuk Warga Pancoran


Teringat pada lirik lagu grup musik Jamrud, "Ada pelangi di bola matamu yang memaksa diri tuk bilang aku sayang padamu..." Tetapi mungkin Jamrud belum tahu, saat itu bahwa mata juga merupakan jendela untuk menyingkap penyakit. Ilmu untuk mendiagnosa penyakit atau kelemahan organ dari mata ini disebut iridologi.

Konsep iridologi pertama kali dipopulerkan oleh Theodore Kriege lewat buku Chiromatica Medica di Dresden, Jerman, pada 1670. Seabad kemudian, Christian Haertels menerbitkan disertasi di Gottingen berjudul De Oculo et Signo (mata dan tanda-tandanya). Selanjutnya Chart of Iridologi dikembangkan oleh Bernard Jensen yang dikenal sebagai Bapak Iridologi Modern.

Petugas iridologi, siang itu terlihat sibuk memotret mata para pengunjung baksos dan yankes yang diadakan oleh BePe (Bang Prima). Bang Prima Kumara merupakan caleg DPRD DKI nomor lima dari PKS yang akan mewakili daerah Pancoran, Mampang, Tebet, Pasar Minggu dan Jagakarsa. Photo-photo jepretan petugas iridologi selanjutnya diolah ke dalam komputer yang dilengkapi sebuah peranti lunak. Satu klik saja, gambar di layar komputer langsung menunjukkan detail bagian iris mata dengan jelas, baik warna, rupa, maupun bentuknya. Warna putih seperti cincin di atas iris, umpamanya, menggambarkan kandungan kolesterol pada tubuh seseorang.

Iridologi berasal dari kata iris atau selaput pelangi di mata. Ilmu ini mempercayai bahwa kondisi tubuh manusia mampu tercermin dalam kondisi dan keseimbangan dalam mata manusia. Semakin banyak penyimpangan, baik dari bentuk maupun warna mata normal, maka kondisi kesehatan si pasien semakin bisa kelihatan.

Peserta baksos dan layanan kesehatan yang dilaksanakan hari sabtu (8/2) di klinik Bidan Ambar Pancoran ini membludak, pengunjung terlihat sangat ramai. Warga merasa penasaran dengan layanan kesehatan iridologi tersebut. BePe sempat memberikan sambutan penyemangat bagi warga yang hadir saat itu.