SANI = Sayang Aman Nyaman dan Ikhtiar

Bang Sani (Triwisaksana) adalah salah satu tokoh muda dari PKS, untuk mudah mengingatnya maka dapat dibuatkan sebuah akronim. SANI, singkatan dari Sayang, Aman, Nyaman dan Ikhtiar.

SAYANG
Menurut Bang Sani (Triwisaksana), bahwa pemerintahan daerah DKI harus bekerja dengan dimulai dari pengentasan kaum dhuafa, harus sayang pada kaum dhuafa. Pemberdayaan kaum dhuafa, penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk kaum dhuafa, pendidikan anak – anak keluarga dhuafa, penyediakan rumah yang layak untuk para dhuafa. Kaum dhuafa yang sebelumnya sebagai bagian penerima zakat, ke depannya harus diberdayakan meningkat menjadi bagian yang mempunyai kewajiban membayar zakat, karena penghasilannya melebihi nishob. "Dengan demikian welfare city akan dapat diwujudkan", ujar wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini.

AMAN
Sejarawan dan budayawan Betawi, Ridwan Saidi, berpendapat bahwa Jakarta membutuhkan pemimpin yang berwibawa dan tegas. Meskipun demikian, bukan berarti Jakarta harus dipimpin seorang gubernur dari kalangan militer. Ridwan mencontohkan beberapa gubernur dari kalangan sipil yang dinilainya berprestasi dalam membangun Ibu Kota. Ia menyebut nama gubernur pertama Soewirjo, gubernur keempat Samsurijal, dan gubernur keenam Soemarno Sosroatmodjo. "Tentu saja ada Ali Sadikin (dari militer). Yang ke sini-sini (setelah Ali Sadikin) sudah enggak ada yang menonjol," lanjut Ridwan.

Premanisme yang berkembang di Jakarta tidak bisa dijadikan alasan untuk memilih gubernur dari kalangan militer. Pasalnya, tidak hanya gubernur yang bertanggung jawab atas penanganan tindak kekerasan oleh aktor-aktor yang tak berwenang. "Preman itu bukan hanya gubernur sendiri yang menghadapi. Seluruh Muspida memiliki tanggung jawab untuk menangani itu," kata Ridwan.

NYAMAN
Kota yang nyaman adalah kota yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tidak terlalu tinggi, serta tata ruang kota dan sarana transportasi yang baik. Salah satu kunci untuk mewujudkan hal tersebut, adalah setiap penguasa atau kepala daerah harus memiliki pengetahuan cukup mengenai tata ruang serta teknologi, agar masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan yang ada. Jangan sampai penguasa kota dan para pemangku kepentingan mementingkan kepentingannya sendiri dengan melakukan kompromi dalam setiap perijinan pembangunan. Jika hal ini diselesaikan segera, maka beberapa puluh tahun mendatang isu mengenai kepadatan dan kesemrawutan kota tidak akan terulang lagi.

IKHTIAR
Dalam penggunaan umum, ikhtiar adalah usaha, atau sebentuk aktifitas yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan yang tengah membelit. Ikhtiar berasal dari bahasa Arab, yakni berakar dari kata khair, yang artinya baik. Maka, segala sesuatu baru bisa dipandang sebagai ikhtiar yang benar jika di dalamnya mengandung unsur kebaikan. Maka, sesungguhnya ikhtiar bukan hanya usaha, atau semata-mata upaya untuk menyelesaikan persoalan yang tengah membelit. Ikhtiar adalah konsep dalam cara berpikir dan mengatasi permasalahan.

Kesungguhan ikhtiar merupakan tangga menuju kesuksesan. Ikhtiar merupakan satu-satunya penolong diri kita. Seperti yang diungkapkan oleh Yusuf bin Asbath, ”Berikhtiarlah kamu seperti ikhtiarnya seseorang yang tidak akan selamat tanpanya.”

“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu”. (HR Al Bukhari)