PKS BEGUNDAL MORAL BUKAN BEGUNDAL POLITIK PENGUASA


Paradigma pragmatisme yang berakar dari modernitas saat ini, alhamdulillah kecil menghinggapi kaum muda PKS. “Alhamdulillah tidak satupun anggota DPR RI dari PKS yang menjadi tersangka korupsi," jelas juru bicara PKS, Mardani Ali Sera. Sejauh ini, PKS masih tetap menjaga slogan sebagai partai yang bersih dan profesional. "Itu slogan hasil perjalanan panjang tarbiyah kami," jelasnya.

Memang saat ini berita – berita menunjukan munculnya praktik suap di kalangan kaum muda kita. Hal ini terjadi pada mereka yang sejak masih aktif menjadi aktivis pada tiap tingkatan gerakannya masing-masing. Budaya beli suara ketika kongres hingga membayar tiket pesawat pada peserta telah menjadi budaya. Perilaku semacam ini tentunya menjadi catatan hitam bagi kaum muda ketika mereka akan menjadi pemimpin bangsa. Inilah yang disebut dengan yang muda begundal bangsa.

Hilangnya penguatan pada nilai-nilai moral pada tiap gerakan mahasiswa akan memunculkan disorientasi visi kepemudaan sebagai agen perubahan dan pelopor idealisme menjadi absurt ketika berkuasa. Kejadian – kejadian tersebut akan mengurangi dan bahkan menghilangkan kebanggaan sebagian besar masyarakat terhadap masa depan kepemimpinan kaum muda. Tapi Alhamdulillah di PKS, kami ditempa hari demi hari minggu demi minggu tentang pentingnya moralitas tersebut. Kami tidak hanya diajari teori tetapi dicontohkan langsung oleh praktik dari pemimpin – pemimpin kami.

Karena kami semua di PKS memahami, kurangnya investasi moral pada sistem pendidikan, organisasi gerakan, dan partai politik akan mengakibatkan budaya politik dan praktik bernegara kita menjadi chaos. Kesadaran kami di PKS akan pentingnya investasi moral secara mendalam menjadi loncatan untuk selalu berbenah setiap saat. Karena kalau tidak, maka bangsa yang telah mencapai titik nadir ini akan hilang ditelan “peradaban korup”. Jadi kami bukan begundal penguasa negeri ini tetapi kami berusaha menjadi begundal(kaki tangan) moral kebaikan bangsa ini, kamilah kaki tangan moral kebaikan bangsa ini bersama komponen anak bangsa yang lain.