Apa Persamaan Hidayat Nurwahid dan Taufik Hidayat?


Main bulutangkis bagi Hidayat Nur Wahid bukan sekadar olahraga saja. Ada filosofi di balik itu. ”Olahraga bulutangkis sangat cocok untuk melepas ketegangan, khususnya bagi para pejabat,” kata calon Gubernur DKI Jakarta ini.

Pria kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 8 April 1960, itu, mengatakan bermain bulutangkis memungkinkan seseorang untuk berteriak. ”Sambil memukul bola, kita berteriak, sehingga bisa melepas ketegangan,” tutur alumnus S-1, S-2 dan S-3 Universitas Madinah, Arab Saudi.

Mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengemukakan, bagaimanapun pejabat itu adalah manusia. Mereka pun perlu pelepas ketegangan. ”Namun, pejabat tidak wajar kalau berdemo dan teriak-teriak. Sudah bukan masanya lagi. Kemudian kalau dia memukuli rakyat juga tidak benar. Pukul saja shuttlecock itu sambil berteriak. Kita berterima kasih kepada shuttlecock sebab sudah menyediakan dirinya untuk dipukul,” papar suami dr. Diana Abbas Thalib.

Hidayat yang mengaku berasal dari keluarga besar pencinta dan atlet bulutangkis juga mempunyai filosofi lain dalam bermain jenis olahraga ini. Lelaki yang pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, itu selalu main double. ”Ini untuk membiasakan kita beramal jamaah, kerja sama, saling menenggang, saling menutup, saling mengisi, dan mencoba membaca permainan lawan, serta bagaimana mengerti trik-trik yang mereka lakukan,” kata Hidayat yang sering menggelar turnamen bulutangkis, diantaranya adalah Hidayat Nur Wahid Cup yang mana diikuti peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Jadi Anda sudah tahu persamaannya antara Hidayat Nurwahid dan Taufik Hidayat kan? Sepertinya kami tidak usah menjelaskan lagi dan Anda jauh lebih tahu dari pada kami. Terima kasih telah membacanya.

Terus aktif main bulutangkis Pak Hidayat, Kali aja jurus-jurus smash bisa menginspirasi kemenangan Pilgub DKI Jakarta.