Postingan

Benahi Jakarta : Harus Dimulai dari Kaum Dhuafa

Gambar
Ada lima masalah besar yang dihadapi warga dan pemda DKI, yakni kemiskinan, kesenjangan sosial, kemacetan, sampah, dan banjir. Persoalan – persoalan tersebut berkembang semakin buruk dan semakin jauh dari penyelesaian. Kemiskinan adalah ketiadaan akses pada hal – hal yang vital dalam hidup. Kemiskinan absolut berarti tidak punya akses kepada sumberdaya dasar yang menopang kehidupan, seperti air bersih, tanah, rumah yang layak, benih (bagi petani), makanan bergizi, berpendidikan, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat. Ada definisi yang sangat sederhana mengenai kemiskinan, yaitu mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500.000 per bulan. Menuurt sebuah lembaga survey yang melakukan survey di enam kota besar di Indonesia, menulis bahwa 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350.000 per bulan pada tahun 2001. Sementara 20 persen hidup dengan sekitar Rp. 350.000 sampai Rp. 500.000. BPS pernah mencatat 12,5 persen penduduk jakarta termasu...

PKS Tancap Gas POLL

Gambar
Banyak orang, pengamat, wartawan, maupun akademisi tertarik dengan sepak terjang PKS dengan presiden barunya, Anis Matta. Walau baru memimpin belum lama, namun dalam hitungan bulan, banyak langkah positif dan berani yang dilakukan. Banyak sepak terjang partai ini yang semakin populis dan  membuat sebagian kompetitor tidak nyaman, misalnya memenangkan pilkada di propinsi terbesar di Jawa dan Sumatera,   all out menolong korban bencana dan lain sebagainya. Yang lebih mencengangkan lagi adalah mereka berhasil memutihkan stadion GBK Senayan di awal perdana kampanye parpol. Karena sepak terjangnya membuat rekor kampanye terbesar di GBK itu, Bawaslu pun iseng menyemprit PKS. Padahal sebelumnya, kalau boleh mengibaratkan PKS itu seperti pesawat yang ditimpa badai saat ada di udara. Tapi yang kita lihat selama setahun ini, PKS itu seperti selalu ingat pesan co-pilot pesawat bahwa kalau ada badai (turbulensi), maka pasang dan kencangkan seat belt (sabuk pengaman) nya, dan pes...

Target 3 Besar PKS, Bukan Berarti Harus Urutan Ke-3

Gambar
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya pengalaman panjang dengan Lembaga Survei yang menempatkan posisi partai PKS selalu pada posisi terendah. “Sejak Pemilu 1999, 2004, 2009, Lembaga Survei   menempatkan PKS dalam surveinya dalam posisinya yang rendah, tetapi hasilnya PKS mendapat tiga kali lipat yang disurvei LSI,” kata Anggota Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid. Menurut Hidayat, saat dirinya menjadi Presiden PKS, sebelum Pemilu 2004, LSI pernah mengeluarkan survei bahwa suara PKS naik tidak akan lebih dari 3 persen. “Justru dalam Pemilu 2004, suara PKS sekitar 7,4 persen,” ungkapnya. Menurut Hidayat LSI bukan kitab suci, surveinya bukan kebenaran bahkan tiga kali telah meleset semuanya. “bukan berati PKS boleh berandai-andai atau mengabaikan, ini penting untuk dijadikan pemicu agar PKS bekerja lebih efektif dan giat lagi, masih ada waktu, dan PKS akan membuktikan survei yang sekian kalinya salah,” papar Hidayat. Lanjutnya, survei tidak boleh dijadikan han...

PARTAI BUTUH PEMODAL BESAR, NAMUN TIDAK BAGI PKS

Gambar
Menghadapi pemilu 2014, PKS tidak melibatkan pemodal besar. Dia mengatakan bahwa sumber dana kampanye yang dihimpun berasal dari kocek kader sendiri dan simpatisan. Tradisi PKS menghimpun dana kampanye berbeda dengan tradisi partai-partai lain. PKS terbiasa mengandalkan kontribusi dari kader - kader sendiri. Sementara itu, partai – partai ‘besar’ masih saja jadi rebutan para pemilik modal.Wajar para pemilik modal mendekati partai – partai ‘besar’. Alasannya mereka mendekati partai – partai ‘besar’ adalah karena alasan tingkat elektabilitasnya yang masih tinggi.   Untuk ongkos pemilu, para pemodal besar memakai parpol – parpol tersebut sebagai kendaraan untuk mengamankan asetnya menjelang ataupun sesudah pemilu. Dana yang diberikan oleh para pengusaha itu dikenal dengan sebutan “dana pendongkrak popularitas partai.” Di negeri ini, uang masih menjadi ukuran kehebatan sebuah partai politik, meskipun cara mendapatkan uang itu bisa dipertanyakan. Ini disebabkan oleh banya...

Lex Aku PKS … Koen Kate Lapo !!!

Gambar
Melihat keberadaan PKS dalam konteks demokrasi kita memang menarik untuk selalu mengumbarnya dalam pemberitaan. Para pengamat politik mengidentifikasi PKS dengan sebutan kaum  Islamist democrat  (Demokrat Islamis), yakni kelompok Islam yang menjalankan demokrasi, setidaknya demokrasi electoral namun mereka tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam ke dalam kehidupan publik.  Jika melihat, mendengar dan membaca opini di media cetak maupun elektronik tentang PKS,  sering tampak fitnahan yang berlebihan, selalu ada sisi jelek menjadi materi untuk menjatuhkan partai ini. Tapi harus diingat, tahun ini adalah tahun politik, dimana rasa kekecewaan memang harus diumbar agar citra suatu partai jatuh bak terjun bebas. Sebaik apapun kegiatan dilakukan, sehebat apapun peran para kader PKS berkontribusi bagi masyarakat, secantik apapun akhlak yang ditunjukkan, maka hater akan selalu melihat dengan kacamata negatif, bahkan terlontar pula bahwa apapun...