Postingan

Menampilkan postingan dengan label pahlawan

Apa Amalan Unggulan Anda, Hai Calon Pahlawan?

Gambar
Oleh M. Anis Matta Di antara keajaiban hati para pahlawan mukmin sejati adalah cara mereka mengapresiasi karya-karya mereka. Mereka tidak pernah memandang karya-karya besar mereka secara berlebihan, tetapi mereka juga tidak pernah meremehkan pekerjaan-pekerjaan kecil yang mereka lakukan. Besar kecilnya suatu karya atau pekerjaan tidaklah ditentukan oleh satu faktor saja. Misalnya, faktor kemampuan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi cara penilaian terhadap suatu karya dan pekerjaan seorang pahlawan. Misalnya, tingkat kebutuhan saat itu, kesinambungannya dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, atau dengan pekerjaan-pekerjaan sesudahnya, luas wilayah distribusi manfaat, tingkat kemampuan pelaku, tingkat keterlibatan orang lain, banyaknya daya dukung, dan seterusnya. Kata kunci yang dapat menyimpul semua faktor tersebut adalah ketepatan. Yaitu, pekerjaan itu tepat pada waktunya, tepat pada sasarannya, tepat pada tempatnya, tepat pada orangnya, tepat pada niatnya, tepat pada caranya...

Renungan Suci di TMP Kalibata [Pancoran] untuk Hormati Arwah Pahlawan

Gambar
1. Jelang # RenunganSuci di TMPN Kalibata, pengalihan arus Jl.Pahlawan Kalibata mulai pukul 23.00 sd 01.00 WIB 2. Presiden RI biasanya menghadiri malam # RenunganSuci di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan 16 agustus malam. 3. Selama # RenunganSuci , lampu di sekitar TMP Kalibata biasanya akan dipadamkan. 4. termasuk apartemen Kalibata City yang lokasinya 200 meter dari sisi kanan TMP, lampunya akan dipadamkan # RenunganSuci 5. Tak cuma apartemen, lampu rumah warga juga ikut dimatikan. Namun hanya lampu bagian teras dan ruang tamu rumah. # RenunganSuci 6. lampu penerangan jalan juga dipadamkan. Lampu penerangan baru menyala sekitar pukul 12.15 WIB. # RenunganSuci 7. Jalur Kalibata menuju Cililitan dan sebaliknya ditutup dari pertigaan arah Pasar Minggu. # RenunganSuci jejeran ratusan mobil undangan yang terparkir di bahu jalan dekat TMP Kalibata. # RenunganSuci 8. Acara # RenunganSuci juga dihadiri pejabat negara dan para Menteri Kabinet. 9. A...

Memaknai Kembali Kemerdekaan

Gambar
Besok kita akan merayakan hari kemerdekaan Negara kita tercinta, HUT RI Ke 69. Mulai sepekan kemarin sudah terasa aura kemenangannya. Di jalan-jalanpun sang merah putih sudah berkibar dengan ketangguhannya, menantang angin, menggapai gedung, mengingatkan pada tiap insannya untuk terus berkarya membangun negeri ini.. semarak momen indah yang rutin kita rayakan tiap tahun.. Namun dibalik semarak perayaan yang akan digelar besok, kenyataan yang tak terbantahkan bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya dialami rakyat. Yang baru benar-benar merdeka adalah negara Indonesia. Walaupun Indonesia memang bebas untuk menentukan langkah hidup dan masa depannya sendiri. Tapi   rakyatnya belum betul-betul merdeka.                 Kita sebagai sebuah bangsa masih menyisakan luka menganga yang harus segera diobati. Bangsa Indonesia, kini dihadapkan pada krisis multidimensi yang berkepanjangan. Krisis yang dis...

Partai, Antara Kemenangan Politik dan Kemenangan Rakyat

Gambar
Kita melihat kawan - kawan sering terlena pada kemenangan Pileg dan terjebak pada hitungan angka-angka dalam persentase. Padahal kemenangan pileg tidak selamanya berbangding lurus dengan kemenangan rakyat. Seperti telah diberitakan, sejauh ini ada sebuah partai telah memenangkan sebuah pemilu pileg dengan perolehan 19 –an  persen. Sebuah kemenangan politik, yang masih  perlu didiskusikan panjang  untuk menyebutnya sebagai kemenangan rakyat. Kita membedakan dua terminogi tersebut, meski politik adalah bagian dari rakyat:   1)      Kemenangan  Politik, ketika masyarakat dalam sebuah daerah secara dominan menurut UU pemilu memilih calon yang diusung partai dengan berbagai alasan mereka masing-masing, meskipun mereka tidak faham esensi yang diperjuangkan sebenarnya. Kemenangan ini lebih disebabkan karena kecerdasan Partai dalam mengangkat isu dan strategi kampanyenya. 2)      Kemenangan  rakyat, ketika pemil...

KEPAHLAWANAN KOLEKTIF

Gambar
Oleh M Anis Matta  Ada satu kesalahan yang sering kita lakukan ketika membaca biografi para pahlawan. Kita selalu membayangkan bahwa para pahlawan itu relatif berbeda dengan orang-orang biasa. Bayangan itu tidak sepenuhnya salah. Namun, biasanya anggapan itu menjadi salah ketika sebuah karya sejarah kemudian dinisbatkan secara latah kepada satu orang pahlawan, padahal sebenarnya pahlawan yang kita elu-elukan itu mungkin hanya memberikan sentuhan akhir. Dalam pembacaan seperti ini, ada banyak peran dan pelaku sejarah yang terlupakan, atau mengalami semacam marginalisasi sejarah. Misalnya, ketika kita menempatkan Shalahuddin Al Ayyubi sebagai tokoh kunci, yang relatif bersifat tunggal, dalam menghadapi Pasukan Salib. Padahal, Pasukan Salib telah menguasai Al Quds selama sekitar 90 tahun, dan sepanjang tahun-tahun itu ada banyak perlawanan di sana-sini. Ada banyak gerakan dakwah dan penyadaran sosial, ada banyak tokoh yang turut mengkondisikan situasi kemen...