Postingan

Menampilkan postingan dengan label impor minyak

Motif Koalisi Serang Libia karena Minyak?

Gambar
Selama paruh pertama abad duapuluh, minyak bumi menonjol sebagai sumber daya yang paling bernilai bernilai sepanjang sejarah dan sebuah kekuatan penggerak di belakang modernisasi. Untuk memperoleh pasokannya yang andal, telah menjadi dasar kebijakan luar negeri di negara – negara yang tidak dapat mencukupi kebutuhan minyaknya sendiri. Obsesi Jepang pada minyak mentah merupakan faktor utama penyerangan Peral harbor. Bahkan Perang Dunia II melejitkan nilai minyak menuju status yang lebih tinggi. Karena itulah yang menjadi bahan bakar untuk tank, pesawat, dan kapal, tanpanya celakalah negara yang terlibat dalam peperangan. Bentrokan nyata demi memperebutkan minyak selama Perang Dingin terjadi di belahan dunia yang menyimpan minyak paling banyak, yaitu Timur Tengah. Tentu masih inget, pengulingan perdana menteri Iran Mohammed Mossadegh oleh Inggris dan Amerika. Perdana menteri yang terpilih secara demokratis dan teramat populer (Man of the Year versi majalah TIME tahu 1951), menuntut agar ...

Hai Penguasa, Kenapa Kita Impor Minyak dari Singapura ?

Gambar
Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai potensi tambang dan minyak yang luar biasa. Karena itu investor asing pun menyerbu Indonesia sejak 1967, dampaknya milyaran dolar uang kita dijarah asing. Kita pun menjadi miskin di negeri kaya. Sebanyak 85,4 persen dari 137 konsesi pengelolaan lapangan migas (minyak dan gas) dimiliki oleh perusahaan asing (multinasional). Sisanya 14,6 persen adalah bagian perusahaan nasional. Menurut data migas ada sekitar 20 perusahaan migas nasional yang saat ini mengelola ladang migas di Indonesia. Data ini pun patut dipertanyakan lagi karena selama ini BP migas terkesan kurang transparan dan kurang valid mengemukakan data. Jangan – jangan perusahaan migas nasional jumlahnya lebih kecil lagi dari angka itu. Sementara kini pemerintah kembali menawar – nawarkan blok pertambangan minyak kita pada investor – investor asing. Di masa orde baru, hampir semua sumur minyak di Indonesia dikuasai perusahaan minyak asing raksasa (ExxonMobil, Caltex, Shell, Atlant...