Postingan

Menampilkan postingan dengan label yahudi

BANDIT EKONOMI TERLICIK dan PALING BERPENGARUH di ABAD KEDUAPULUH

Gambar
Sekutu pertama Washington dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan dolar adalah Israel.   Israel   juga tidak mungkin berhasil tanpa dukungan   keuangan dan politik Amerika.   Hanya segelintir orang Arab saja yang paham bahwa Washington memendam motif – motif yang jauh lebih egoistis daripada mempertahankan tanah kelahiran bangsa Yahudi. Para menteri perminyakan Arab pernah sepakat bahwa AS harus dihukum karena sikapnya yang pro-Israel, dengan suara bulat mendukung gagasan embargo minyak.   Namun ini merupakan permainan catur klasik skala internasional. Pada 19 Oktober, Presiden Nixon meminta dana 2,2 milyar dolar kepada Kongres untuk membantu Israel. Hari berikutnya, dipimpin Arab Saudi, produsen – produsen minyak memberlakukan embargo total terhadap minyak yang dikirim ke AS. Pada saat itu hanya segelintir orang yang memahami kelicikan di balik langkah Washington, atau fakta bahwa langkah itu digerakan oleh tekad untuk mendongkrak dolar yan...

FATAMORGANA PERDAMAIAN

Gambar
Oleh Dr. Yusuf Qaradhawi   Perdamaian yang mereka gembar - gemborkan hanyalah isapan jempol belaka. Perdamaian palsu. Perdamaian yang tiran, tidak dibangun atas dasar keadilan.  Kita menyukai perdamaian, tetapi yang mengembar-gemborkannya malah seperti tidak suka. Kita sipa berunding dengan penjajah, tetapi para penjajah telah mengambil hak kita dan tidak mengembalikannya. Apa yang mereka berikan pada rakyat Palestina? Mereka tidak memberi apa -apa. Seluruh hal - hal penting bagi mereka ditutup : Al-Quds, pengungsi, air, batasan wilayah, dan penduduk. Semua hal yang bersifat asasi ditutup sama sekali. Lalu, bagaimana memecahkan masalah ini? Praktik perdamaian seperti ini harus dihentikan. lelucon ini harus dihentikan. Kita harus tegas menyatakan, "Tidak!" terhadap perdamaian semu. Perdamaian yang bukan bertujuan normalisasi, seperti diserukan kelompok Kopen Hagen dan selainnya yang menyatakan bahwa beberapa kelompok di tubuh Israel menyerukan perdamaian. Mana...

Mencermati Tekanan Asing dalam Kasus Century

Gambar
Dana milik pialang Yahudi, George Soros, ternyata pernah tersimpan di Bank Century. Robert Tantular membenarkan bahwa ada saham yang dikuasai pialang Yahudi, George Soros di Bank Century. Tahun 1999, Robert menjual sebagian (19 persen) saham Bank CIC ke Quantum Fund. Lewat Quantum Fund di lantai bursa itulah uang Goerge Soros mengalir ke bank CIC. Bank CIC adalah Bank milik keluarga Robert Tantular yang berdiri sejak tahun 1990, kemudian pada tahun 1997, Bank CIC Go Public dan kepemilikan saham keluarga berkurang menjadi 70%. Tahun 2000, Robert mundur dan digantikan direktur asing. Belakangan Bank CIC kemudian dimerger bersama dengan Bank Pikko dan Bank Danpac menjadi Bank Century. Tanggal 10 Februari, pakar dan praktisi keuangan Yahudi yang sempat bikin heboh sebagai pelaku krisis dunia di tahun 1998 lalu, George Soros mengunjungi Boediono di kantornya, jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Soros datang didampingi Direktur International Operation Open Society Institute Geogre V...