Postingan

Menampilkan postingan dengan label alternatif

Capres Alternatif Jangan Takut Uji Nyali

Gambar
Beragam lapisan masyarakat sebenarnya telah mengisyaratkan mayoritas masyarakat mendambakan pemimpin (presiden) alternatif dalam Pemilu 2014. Namun, hingga pesta demokrasi di depan mata, wajah baru yang diharapkan itu tak juga kunjung muncul. Menunggu timing atau tak punya nyali? Padahal di berbagai berita disampaikan bahwa dukungan terhadap tokoh-tokoh senior cenderung stagnan. Masyarakat menginginkan agar para tokoh yang pernah bertarung pada Pilpres 2009 sebaiknya tidak dicalonkan lagi pada 2014. Ini sebagai bukti bahwa publik berharap kemunculan tokoh capres alternatif. Menanggapi masih rendahnya dukungan publik ke tokoh-tokoh yang disebut sebagai ‘capres alternatif’ tersebut, maka tokoh tersebut harus lebih dipopulerkan di mata masyarakat. Kemunculan capres alternatif sangat tergantung pada keberanian partai politik untuk mengusungya dalam pilpres mendatang. Karena pada umumnya capres dicalonkan oleh partai politik.

Jangan Gunakan Fisi Nuklir untuk Pembangkit Energi

Gambar
Oleh Prof. Parangtopo (alm) Teknologi nuklir yang kini dipakai dan ditawar-tawarkan negara industri maju kepada negara berkembang, termasuk Indonesia untuk pembngkit listrik adalah fisi (penguraian) nuklir. Dalam hal ini, untuk memutuskannya Indonesia perlu memegang prinsip, bahwa pembangkitan energi fisi hendaknya hanya untuk dipelajari, bukan menggunakan energinya untuk mengejar target kebutuhan listrik. Karena yang perlu dikejar pada masa depan adalah teknologi fusi. Untuk menguasai teknologi fusi itu di kelak kemudian hari, diperlukan pengalaman mengendalikan teknologi energi yang canggih. Demikian yang disampaikan Prof. Parangtopo (alm) selaku mantan anggota Dewan Pembina HTII (Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia) dalam ceramah ilmiah pada Kongres II HTI di kantor Ditjen Listrik dan Pengembangan Energi Baru (Jakarta, 11 April 1994). Menurut Parangtopo, energi fusi bila berhasil diaplikasikan dapat menggantikan ebnergi matahari sebagai energi yang tidak ada habis – hibisnya dan sa...