Postingan

Menampilkan postingan dengan label kudeta

Indonesia Harus Mempromosikan Demokrasi Secara Global, Dimulai Dengan Mesir

Gambar
Tindakan keras pada demonstran sipil damai oleh militer Mesir yang menewaskan banyak orang, telah memicu kemarahan internasional. Besarnya kekerasan dan serangkaian peristiwa berdarah, semoga merupakan awal sebuah perjalanan Mesir menuju demokrasi yang stabil.   Keikutsertaan Indonesia dalam membantu menyelesaikan, sebagai bentuk dukungnnya terhadap pemerintahan sipil memang masih sangat rendah. Bahkan sebelum pembantaian terjadi, Indonesia belum menunjukkan sikap tegas terhadap kudeta yang dilakukan oleh militer Mesir.  Sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus mengambil peran lebih besar dalam membentuk dan mengkonsolidasikan demokrasi di Mesir. Tetapi mengingat sentralitas ASEAN dan prinsip non-intervensi dalam kebijakan luar negeri Indonesia, Indonesia sepertinya menjadi enggan untuk mengejar perannya sebagai negara demokrasi muslim yang stabil. Harusnya semua itu tidaklah menjadi halangan untuk I...

LIMA PELAJARAN DARI PERISTIWA KEDZALIMAN KUDETA MILITER MESIR

Gambar
Saudaraku kaum muslimin … Berbagai peristiwa silih berganti. Peristiwa – peristiwa itu mengindikasikan bahwa umat ini masih baik – baik saja, dan terus akan membaik sampai hari kemudian. Gerakan menentang kedzaliman kudeta militer Mesir, masih tetap hidup dan mendapat sambutan dari seluruh mukmin di mana – mana.   Setiap hari masih kita saksikan gugurnya para syuhada maupun orang – orang yang terluka. Gerakan menentang kedzaliman kudeta militer Mesir ini banyak memberi kita pelajaran berharga, antara lain : Pelajaran pertama, Rakyat Mesir belum mati. Mereka masih berkorban dan terus berkorban, sejak militer melakukan kudeta kepada pemerintahan yang sah. Sejak hari itu, rakyat Mesir terus berkorban dan mempertaruhkan nyawa, baik dari kalangan anak – anak, para orang tua maupun pemuda. Gerakan menentang kedzaliman kudeta militer Mesir ini dikarena amarah terhadap perilaku jendral Asisi yang menodai bulan ramadhan yang suci.   Amarah d...

SEJARAH KEKERASAN REZIM MILITER PENGUASA

Gambar
Kekuasaan identik dengan militerisme , karena dengan itulah umumnya penguasa memebentengi kekuasaannya. Kecuali mereka yang dirahmati Allah SWT. Hampir menjadi fakta sejarah bahwa budaya militerisme lebih banyak mewarnai gaya hidup penguasa yang pernah ada di muka bumi ini. Karena, selain ditopang   oleh status sosial dan jabatannya, hanya para penguasalah yang kemudian bisa mendukung jiwa militerismenya itu dengan kekuatan senjata. Lebih – lebih pada era militerisme modern, ketika senjata tidak lagi sekedar pedang atau tombak, tentu para penguasa yang lebih mungkin bisa memilikinya. Namun, tradisi militerisme dalam kekuasaan sudah dikenal manusia sejak lama. Bahkan jiwa militerisme itu sendiri sebenarnya secara potensial ada pada diri setiap manusia. Minimal jiwa konfrontasi, sesuatu yang suka atau tidak suka menjadi warna dominan bagi kehidupan militer. Mulanya, sejarah mengenal kisal Qabil dan Habil. Dua anak   Nabi Adam ini mempersembahkan korba...

Kader PKS Berbagi Cinta Ramadhan dengan Menyantuni Anak Yatim

Gambar
Rasulullah saw bersabda "Aku akan bersama orang-orang yang menyantuni anak yatim, di Surga akan seperti ini (Beliau mengisyaratkan dengan telunjuk dan jari tengah serta menggandengkannya)" (HR. Bukhari).   Satu pekan ini kader – kader PKS DPRa Durentiga kecamatan Pancoran mengadakan acara santunan anak yatim.  Sekitar 100 anak yatim di kelurahan Durentiga mendapatkan bantuan serta santunan dari tokoh dan kader – kader PKS.Tujuan dari kegiatan ini, adalah untuk berbagi cinta dan kepedulian sosial dari kalangan kader PKS kepada masyarakat. Masyarakat khususnya anak yatim piatu juga membutuhkan kegembiraan dalam menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah, oleh karenanya kader - kader PKS berusaha membantu mewujudkan kegembiraanya itu.  Kegiatan santunan ini dibagi menjadi dua gelombang, karena wilayah Durentiga yang cukup luas. Pada kesempatan pembagian santunan gelombang pertama, kamis (25/07), hadir tokoh muda Pancoran, Bang Prima Kuma...