Postingan

Menampilkan postingan dengan label sampah

PKS Mulai Kampanye Zero Waste LifeStyle

Gambar
Zero Waste itu bebas sampah.  Mulai hari Minggu kemarin (7/6), PKS Pancoran mulai mengkampayekan dan mempraktekan Zero Waste Lifestyle. Gerakan ini dimulai dengan apa yang disebut dengan Zero Waste Event, pendekatan pengurangan sampah pada saat rapat, event kegiatan dan pertemuan – pertemuan besar lainnya. Pencetus awal ide program ini datang dari biro Rumah Keluarga Indonesia (RKI) PKS Pancoran. Hampir pada setiap rapat atau event – event pertemuan kader menghasilkan sampah yang tidak sedikit. Ada sampah dari bekas botol – botol air mineral, kardus snack, kotak makan, sendok plastik, dan masih banyak lagi yang lain. Pada Program Zero Waste Event ini, panitia tidak lagi menyediakan botol atau gelas air mineral, juga tidak menyediakan kardus untuk snack. Peserta atau kader membawa sendiri botol air dari rumah, juga tempat snacknya. Nanti peserta tinggal menuang air dengan botolnya dan mengambil snacknya dengan tempat-tempat makanannya sendiri. Pada awal pelaksanaan program ini, ...

Jangan Buang Kardus Susu, Sumbangkan ke PosWK Terdekat Saja

Gambar
Ssst, pernah enggak sahabat memanfaatkan kardus bekas susu bubuk? Nah, Pos Wanita Keadilan (Pos WK) DPC PKS Pancoran mau berbagi pengalaman. Aktivitas ini berawal dari keresahan tim PosWK DPC PKS Pancoran melihat kurangnya kepedulian terhadap masalah sampah kardus. Kardus banyak digunakan untuk melindungi atau mengemas sebuah produk selama distribusi dari produsen sampai ke konsumen. Kardus dibuat dari bahan dasar berupa kertas yang mudah rusak. Meskipun begitu, sampah yang dihasilkan dari kardus tetap saja menimbulkan masalah yang dapat mengganggu keindahan dan kebersihan suatu lingkungan. Sampah kardus sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali secara optimal. Kardus yang sudah tidak terpakai lagi dapat di proses kembali dengan cara didaur ulang kemudian dibuat menjadi sebuah kerajinan tangan yang indah. Salah satu contohnya adalah kerajinan tangan berupa dompet cantik yang dibuat dari kardus bekas susu. Ibu – ibu merupakan makhluk Tuhan yang selalu ingin tampil sempurna. Biasan...

Pasang CCTV Awasi Sampah, Sebaiknya Pemprov Jakarta Contoh Pemkot Jayapura

Gambar
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan Pengadegan kecamatan Pancoran Jakarta Selatan “akan” diawasi dengan Closed-circuit television (CCTV). Penempatan kamera pengintai itu diletakan karena TPS Pancoran Pengadegan dianggap memiliki volume sampah tinggi. Bayangkan nantinya sebanyak 210 TPS di Jakarta, semuanya akan di pasangi oleh CCTV. Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kebersihan Jakarta Selatan Zaenal Syarifudin menuturkan, pemasangan kamera pengintai itu untuk pemantauan. Karena, selama ini penumpukan sampah itu diakibatkan kurangnya pemantauan. "Ini untuk mengawasi secara langsung kondisi terkini masing-masing TPS. Sehingga penumpukan sampah maupun masalah yang ditimbulkan dapat segera dirampungkan pihaknya," katanya. Selain punya kelebihan, CCTV juga mempunyai keterbatasan. Kamera CCTV tidak dapat merekam suara dan kadang-kadang dapat dimanipulasi dengan menutupi alat perekam atau dengan menempelkan sepotong permen karet pada lensa. Dengan menempelkan rekaman yang diul...

Tidak Terdistribusi, Sampah Blokade Jalan Raya Rawajati Jakarta Selatan

Gambar
Terus berproduksi ditambah kurangnya kesadaran warga terhadap sampah menyebabkan sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah Jakarta Selatan kian kebanjiran. Pemandangan tersebut seperti halnya yang terlihat di TPS Kecamatan Pancoran yang berlokasi di Jalan Raya Rawajati, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014). TPS seluas sekira 20 x 10 meter persegi dengan kapasitas mencapai 12 ton itu terlihat penuh dengan berbagai macam sampah rumah tangga, mulai dari perabot rumah hingga sampah organik seperti sayuran dan buah. Akibatnya, tidak hanya menimbulkan bau busuk kurang sedap, gunungan sampah setinggi sekira lima meter yang meluap hingga memenuhi separuh badan jalan seluas sekira 50 meter persegi itu pun kian menambah kumuh lingkungan serta menutup akses pengendara jalan untuk melintas. Tertutupnya akses jalan yang merupakan persimpangan Jalan Raya Rawajati dengan Jalan Raya Pengadegan Selatan itu pun kian diperparah dengan adanya hiruk pikuk ratusa...

TPS Pangadegan Rawan Pungli, Tukang Sapu Dipalak Rp300 Ribu/Bulan

Gambar
Di TPS Pengadegan, Jakarta Selatan, tukang sapu jalanan yang ingin membuang sampah hasil kerjanya, kena pungli. Satu gerobak pengangkut sampah, setiap bulannya harus bayar retrisubi senilai Rp300 ribu. Diduga oknum dinas kebersihan Jakarta Selatan, ikut terlibat. "Satu gerobak harus setor tiga ratus ribu rupiah mas bila buang disana. Gerobak saya ukuran sedang," ungkap EK (36), tukang sapu jalanan di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/9). Pria asal Mojokerto, Jawa Tengah ini mengaku kalau di TPS pengadegan ini untuk jenis gerobak aja bisa sampai 120 gerobak. "Itu variasi mas, ada juga yang pakai motor. Nilainya saya nggak tahu persisnya  kalau yang lain," ungkapnya. Menurutnya bila dihitung pergerobak menyetor Rp.300 ribu bila dikalikan dengan 120 gerobak, perbulan mencapai nilai Rp.36 juta. "Itu kalau dihitung gerobak aja. Karena ada beberapa yang berjenis motor dan mobil,"ujarnya. Menurutnya ada oknum dari dinas kebersihan...

Sudin Jaksel Dzalim, Tukang Sampah dan Penyapu Jalanan Ditunda Honornya dan Ditarik Pungli

Gambar
Persoalan sampah sepertinya sulit terselesaikan di Kawasan Jakarta Selatan. Apalagi suku dinas kebersihan Jakarta Selatan sangat rawan dengan pungutan liar (pungli). Seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Pengadegan, Jakarta Selatan yang diyakini kerap terjadi praktik pungli.   Sumanto, seorang pembuang sampah yang ditemui Harian Terbit, Minggu (1/6) menyatakan pembuangan sampah di pengadegan mematok setiap gerobak yang akan membuang sampah dikenakan biaya perbulan Rp300 ribu. "Dikenakankan dengan biaya bermacam-macam. Sampai 300 ribu satu gerobak perbulanya. Ada juga yang 100 ribu, dan juga yang berbentuk motor itu dikenakan sampai 150 ribu,"ujar  Sumanto. Menurutnya, gerobak yang membuang sampah di Pengadegan bisa sampai 300 gerobak dan yang mengelolah ada oknum berinisial H. "Hitung aja mas kalau 1 gerobak Rp.300 ribu kalau sebulan di kali 300 berarti 90 juta untuk gerobak. Belum yang berbentuk motor dan gerobak kecil. Disana ada yang mengel...