Postingan

Menampilkan postingan dengan label pembantaian

KEMUNAFIKAN ASASI INTERNASIONAL (case Mesir)

Gambar
Hamid Awaludin Salah satu pendekatan yang biasa dipakai untuk membicarakan masalah hak asasi manusia adalah pendekatan politik, khususnya politik internasional. Bagaimana Negara, sebagai aktor dalam politik internasional, menyingkapi atau menjalankan politik luar negeri mereka dalam kaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM).  Sejak meletusnya Perang Dunia I berakhir, umat manusia kaget dan mulai menyadari betapa dahsyatnnya perang tersebut. Lalu, Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson mensponsori pembentukan Liga Bangsa – bangsa untuk mencegah terjadinya lagi perang Dunia II. Wilson sangat menyakini efeknya lembaga dunia dan hokum internasional yang bisa mengatur perilaku negara – negara. Namun malang tak dapat ditolak, hanya beberapa tahun setelah Perang Dunia I, umat manusia kembali didera oleh Perang Dunia II yang meletus dan jauh lebih dahsyat disbanding perang Dunia I.   Orang pun kian tak yakin dengan konsep dan terapi dari aliran Wilsonian yang libera...

Pembantaian Muslim Rohingya : Dimanakah Penggiat Hak Asasi Manusia Dunia? Dimanakah Ketua ASEAN ? Dimanakah Aung San Suu Kyi ?

Gambar
  Pembantaian suku Rohingya merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Apalagi pembantaian ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu dan terus terjadi hingga bulan ramadhan ini. Jumlah kematian muslim di Arakan diperkirakan mencapai 6.000 jiwa. Selain dibunuh, juga terjadi pembakaran, penjarahan, pemerkosaan, serta penangkapan Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan (Rakhine). Usulan kebijakan pengusiran terhadap kaum Muslim Rohingya diajukan oleh Presiden Myanmar, Thein Sein. Ia mengatakan, kaum Muslim Rohingya harus diusir dari negara itu dan dikirim ke kamp pengungsian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menolak mengakui komunitas Muslim Rohingya yang berjumlah hampir satu juta jiwa. Pemerintah Myanmar mengklaim, Rohingya adalah imigran gelap dan bukan warga asli meskipun telah tinggal di negara itu sejak beberapa generasi sebelumnya. Langkah itu dinilai sebagai upaya penghapusan etnis.Usulan yang diajukan Presiden Thein Sein itu merupakan bentuk diskriminasi etnis yang tak ...