Postingan

Menampilkan postingan dengan label rekonsiliasi

Profesor Cina Memperingatkan "Perangkap Demokrasi" di Negara - Negara Berkembang

Gambar
Seorang profesor Cina telah mengingatkan bahwa negara-negara berkembang harus waspada terhadap "perangkap demokrasi" seperti yang sedang terjadi di Mesir dimana mengakibatkan bentrokan yang mematikan banyak korban. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Ding Long, seorang profesor dari Universitas Bisnis dan Ekonomi Internasional (UIBE) Beijing dengan artikelnya yang ditulis di Harian Rakyat. "Kekerasan yang mematikan dan bentrokan yang terjadi antara polisi bersenjata Mesir dan ribuan pengunjuk rasa sipil menunjukkan bahwa transisi demokrasi di Mesir telah mengalami kemacetan," ujar Ding. "Mesir telah gagal untuk menikmati manfaat yang dibawa oleh demokrasi dengan tepat, saat ini keamanan warga dan stabilitas sosial sedang dipertaruhkan," tambah Ding. Menurut pengamatan profesor, Mesir dan juga tanpa kecuali negara-negara transisi yang sedang berjalan menuju demokrasi. Semuanya hampir selalu mengalami gejolak politik, karen...

PKS: Jadikan Lebaran Rekonsiliasi Nasional

Gambar
Dalam beberapa pekan kedepan, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. PKS pun mengimbau, agar seluruh rakyat Indonesia khususnya para elit politik menjadikan lebaran sebagai momentum melakukan rekonsiliasis nasional. Ust. Hilmi Aminudin pernah mengatakan, "Bahwa dalam suasana keprihatinan dimana ekonomi yang masih belum bangkit dan adanya bencana di sana-sini, mari kita, khususnya para elit menjadikan lebaran ini sebagai momentum melakukan rekonsiliasi nasional". Ust.Hilmi juga mengajak, agar seluruh masyarakat Indonesia dalam suasana yang fitri dapat meningkatkan rasa empati satu sama lain. Terutama untuk saudara-saudara yang belum lama ini terkena musibah. "Bukan untuk pamer dan bukan untuk acara hura-hura, sesuai dengan suasana sejuk di Ramadhan yang kita bangun ini. Dan semoga suasana taat ini, pada syawalnya nanti juga harus tetap taat dan jangan melakukan maksiat lagi," ungkapnya. Ust. Hilmi juga mengatakan dengan memba...