Postingan

Menampilkan postingan dengan label nasional

Dikunjungi Bang Dayat, Warga Durentiga Berebut Salam

Gambar
Mantan Cagub DKI Jakarta, H. Hidayat Nur Wahid atau  warga lebih mengenalnya dengan sebuatan Bang Dayat. Bang Dayat mengunjungi daerah pinggiran kali Buncit RW05 Durentiga,  Jakarta Selatan pada Minggu (20/10/2013) pagi. Di daerah yang terkenal dengan langganan banjirnya ini, bang Dayat mendapat sambutan yang sangat meriah.  Bang Dayat datang  sekitar pukul 08.00 WIB, dengan mengenakan kemeja putih dan peci hitam khasnya, Bang Dayat menelusuri gang-gang sempit pinggir kali Buncit. Kehadiran Bang Dayat langsung disambut meriah oleh warga setempat. Warga, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak, berebut salam dan berfoto bersama. "Ada Tokoh Nasional yang mau datang ke kampung kita," ujar salah seorang ibu sambil menggapai tangan bang Dayat. Semakin lama, warga pun semakin banyak yang datang. Jalan kampung pun menjadi kelihatan sempit dengan ramainya orang dan juga awak media. Tanpa basa basi dan rasa...

SEMAKIN DIFITNAH, TOKOH - TOKOH PKS JUSTRU SEMAKIN DICARI WARGA

Gambar
Sebuah Majelis Taklim di Rawajati Kecamatan Pancoran mendadak menghubungi kader - kader PKS, mereka meminta bantuan agar dihadirkan dalam pertemuan Majelis Taklimnya, seorang tokoh dari PKS.  Kader pun sibuk mengontak beberapa tokoh - tokoh dari PKS, alhamdulillah  salah satu tokoh nasional dari PKS bisa hadir. Beliau adalah Ust. Hidayat Nur wahid (HNW), tanpa panjang kata beliau langsung memberikan persetujuannya kepada salah seorang kader yang menghubunginya.  Dan benar Ust. Hidayat Nur Wahid  memenuhi janjinya mengisi pengajian sebuah Majelis Taklim di kelurahan Rawajati. Jamaah pun senang dan tak menduga pengajiannya didatangi dan diisi oleh tokoh nasional sekaliber Ust. Hidayat Nur Wahid. Ibu - ibu Majelis Taklim pun berharap semoga ke depannya tokoh - tokoh PKS terus turun memberi taujih dan pesan moral kepada masyarakat.

PKS: Jadikan Lebaran Rekonsiliasi Nasional

Gambar
Dalam beberapa pekan kedepan, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. PKS pun mengimbau, agar seluruh rakyat Indonesia khususnya para elit politik menjadikan lebaran sebagai momentum melakukan rekonsiliasis nasional. Ust. Hilmi Aminudin pernah mengatakan, "Bahwa dalam suasana keprihatinan dimana ekonomi yang masih belum bangkit dan adanya bencana di sana-sini, mari kita, khususnya para elit menjadikan lebaran ini sebagai momentum melakukan rekonsiliasi nasional". Ust.Hilmi juga mengajak, agar seluruh masyarakat Indonesia dalam suasana yang fitri dapat meningkatkan rasa empati satu sama lain. Terutama untuk saudara-saudara yang belum lama ini terkena musibah. "Bukan untuk pamer dan bukan untuk acara hura-hura, sesuai dengan suasana sejuk di Ramadhan yang kita bangun ini. Dan semoga suasana taat ini, pada syawalnya nanti juga harus tetap taat dan jangan melakukan maksiat lagi," ungkapnya. Ust. Hilmi juga mengatakan dengan memba...

Mustafa Kamal (Nominator Polling INILAH.COM) - Membangun Daya Kritis Sejak Dini

Gambar
Tak seperti pemilu 1998 silam yang begitu bereuforia, kini carut marut dunia perpolitikan telah membuat masyarakat tak berempati lagi pada partai politik. Kondisi ini juga dirasakan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal. "Saya merasa asing dengan perpolitikan belakang ini dibandingkan 1998. Dulu kita bercita-cita agar perpolitikan Indonesia lebih baik. Sekarang ini yang ada distorsi-distorsi. Orang berpolitik di era anti politik. Dulu harapan orang mengebu-gebu kepada parpol sekarang kecewa pada parpol," kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, baru-baru ini. Pria kelahiran Jakarta, 14 Desember 1969, yang ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini mengaku terjun dalam dunia politik sejak 1998. Politisi PKS ini ingin pemilu 2009-2014 ini kembali seperti 1998. Dimana masyarakat sangat bereforia terhadap parpol. "Pada 2009-2014 selain ada regenerasi ditingkat nasional, kita berhasil membangun jati diri. Saya tidak mengatakan semua buruk, kita harus pastikan semuanya baik bagi arah perke...