Postingan

Menampilkan postingan dengan label dapil 8

Pengkotak - Kotakkan Antara Nasionalis dan Islam Sudah Ketinggalan Zaman

Gambar
Oleh Prima Kumara Caleg DPRD DKI nomor 5 dari PKS (Dapil : Pancoran, Tebet, Mampang, Pasar minggu, Jagakarsa) Pengotak-kotakkan ideologi partai maupun tokoh Partai Islam dan Nasionalis dapat memberi kesan bahwa orang Islam tidak nasionalis dan sebaliknya kalangan nasionalis tidak Islami. Ini adalah salah satu bagian untuk mengadu domba antara kelompok nasional dan Islam. Ini adalah wujud keprihatinan, kegenitan, over-exploitative , tidak jujur, dan mencurigakan dari kalangan yang tidak senang kalau nasionalis dan Islam bergabung. Sesungguhnya mereka yang menuduh Islam dan nasionalis saling melemahkan adalah melawan sejarah dan mengingkari sejarah Indonesia, mereka menyebutnya dengan istilah ahistoris . Opini yang mengesankan kalangan Islam tidak nasionalis jelas akan menyinggung perasaan sebagian besar anak bangsa dan juga para founding fathers bangsa ini. Sejak berabad-abad lampau, umat Islam terbukti paling sengit melawan penjajah dan tak terhitung banyak...

Caleg PKS : Ayo Lakukan Kampanye yang Positif Saja

Gambar
Oleh Prima Kumara Caleg DPRD DKI nomor 5 dari PKS (Dapil : Pancoran, Tebet, Mampang, Pasar minggu, Jagakarsa) Dalam kampanye, para politisi kadang tidak segan dan tidak malu untuk melakukan negative campaign maupun black campaign , cara-cara tersebut merupakan kampanye dan pencitraan yang kotor. Ciri khas utamanya adalah politisi tersebut  mengedepankan cara-cara curang dan mengedepankan tipuan-tipuan. Dalam dunia perkampanyean barat, negative campaign sama sekali tidak dilarang, malah justru dianjurkan (Mark, 2006). Tetapi untuk politik Islam yang juga selaras dengan nilai-nilai budaya ketimuran (Indonesia), hal ini sangatlah bertentangan dan sangat tidak boleh digunakan. Melakukan berbagai upaya fitnah untuk menjatuhkan lawan politik dengan berbagai macam cara yang dilarang, adalah  tidak boleh dilakukan. Kampanye negatif datang dengan berbagai cara, antara lain melalui layanan pesan singkat (SMS), selebaran, surat elektronik, atau rek...

Benahi Jakarta : Harus Dimulai dari Kaum Dhuafa

Gambar
Ada lima masalah besar yang dihadapi warga dan pemda DKI, yakni kemiskinan, kesenjangan sosial, kemacetan, sampah, dan banjir. Persoalan – persoalan tersebut berkembang semakin buruk dan semakin jauh dari penyelesaian. Kemiskinan adalah ketiadaan akses pada hal – hal yang vital dalam hidup. Kemiskinan absolut berarti tidak punya akses kepada sumberdaya dasar yang menopang kehidupan, seperti air bersih, tanah, rumah yang layak, benih (bagi petani), makanan bergizi, berpendidikan, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat. Ada definisi yang sangat sederhana mengenai kemiskinan, yaitu mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500.000 per bulan. Menuurt sebuah lembaga survey yang melakukan survey di enam kota besar di Indonesia, menulis bahwa 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350.000 per bulan pada tahun 2001. Sementara 20 persen hidup dengan sekitar Rp. 350.000 sampai Rp. 500.000. BPS pernah mencatat 12,5 persen penduduk jakarta termasu...

Yang Muda, Yang Memimpin Indonesia

Gambar
Oleh BePe (Bang Prima) Caleg DPRD DKI nomor 5 dari PKS (Dapil : Pancoran, Tebet, Mampang, Pasar minggu, Jagakarsa) Indonesia adalah miniatur Dunia. Masalah yang dihadapi bukan nasional saja tetapi juga internasional. Seorang Presiden haruslah energik, mempunyai wawasan ke depan dan punya strong leadership. Presiden Indonesia itu memimpin 250 juta warga, kadang juga menjadi koordinator wilayah ASEAN. Memimpin Indonesia tentu tidak sesederhana kepala suku mengendalikan anggota kaumnya.  Pilpres memang memang masih lama, namun beberapa nama capres sudah mulai banyak disebut - sebut. Banyak warga nusantara yang mengharapkan sosok yang akan muncul adalah sosok calon yang berdarah muda yang akan menjadi presiden Indonesia. Indonesia membutuhkan pemimpin muda karena Indonesia membutuhkan visi perubahan dan pemimpin muda diyakini akan mampu membawa Indonesia keluar dari berbagai persoalan yang ada.  Banyak orang menilai sangat wajar untuk memberi kesempatan k...

Waspadai Gempar Sadisme Jelang Pemilu

Gambar
Apabila ditelusuri dengan logika awam, banyaknya peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi di tanah air sepertinya juga dapat dikaitkan dengan beberapa agenda politik, misalnya agenda pemilu. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari peristiwa - peristiwa tersebut. Yang pertama, mengenai ratio jumlah korban. Sasaran aksi teror sekarang ini adalah meningkatkan pengungkapan pelaku serta jumlah ratio jumlah korban, semakin banyak pelakunya dan semakin besar angkanya korbannya berarti semakin berita yang diciptakan akan mempunyai efek kegemparan yang luas. Pilihannya tidak lagi memperdulikan aspek kemanusiaan, kepatutan, norma atau lainnya, yang penting sasaran ”menarik perhatian masyarakat” tercapai.   Kaitan timing-nya koq ya pas dengan agenda politik. Ada pakar yang mengatakan bahwa aksi teror pada masyarakat (negara) yang belum mapan sistem politik, ekonomi dan supremasi hukumnya, adalah adanya tujuan untuk memaksakan perubahan sistem pemerintahan. Sebaliknya pada masya...