Postingan

Menampilkan postingan dengan label krisis

Mari Adopsi Semangat “Laskar Pelangi” untuk Hadapi Serbuan Krisis Global

Gambar
by Bang Rijal Warga Pancoran yg kami sayangi, sebuah serbuan krisis global kembali menghampiri negeri kita. “Getaran”nya sudah terasa di kantor-kantor tempat para ayah dan suami bekerja, di lapak-lapak tempat banyak kepala keluarga berdagang. Para pedagang mulai berkurang hasil penjualannya, sebagian pekerja mulai dirumahkan sementara, sebagian yg lain dirumahkan secara permanen alias di-PHK. Kita semua tentu prihatin melihat ini semua. Bahkan kalaupun kita termasuk orang yg tidak terkena dampak krisis ini, berkurangnya kebahagiaan bagi tetangga dan sahabat-sahabat dekat, akan berdampak bagi kebahagiaan kita juga, karena tak mungkin kita bahagia sendirian. Manalah mungkin kita bisa menikmati kebahagiaan hidup bertetangga, kalo tetangga kita tak mampu memperlihatkan senyum tulusnya karena pusing memikirkan anaknya sakit namun tak punya uang untuk membayar dokter dan obat, atau gundah gulana karena uang belanja hanya tersisa utk seminggu padahal gajian masih 3 ming...

Amankah Jakarta Dari Musibah Kekeringan ?

Gambar
Kondisi El Nino mengakibatkan terjadinya perubahan pada peredaran massa udara yang berdampak pada berkurangnya pembentukan awan-awan hujan di Indonesia yang kemudian berakibat pengurangan jumlah curah hujan yang signifikan di Indonesia. Seperti diketahui, BMKG memprediksi fenomena El Nino akan menguat mulai Agustus hingga Desember 2015. Hal inilah yang menyebabkan musim kemarau di Indonesia bisa mungkin terjadi hingga November 2015. Ini artinya sampai akhir tahun ini, musim kemarau masih belum akan beralih ke musim hujan. Dampak kekeringan saat ini yang bisa kita lihat adalah kekeringan pada tumbuh-tumbuhan dan tanaman di beberapa wilayah Ibukota Jakarta. Secara garis besar yang terkena dampak seluruhnya, namun wilayah terparah terkena dampak kekeringan adalah di Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Wilayah Jakarta Utara yang terkena dampak kekeringan adalah seperti ‎Sunter, Kelapa Gading, Pademangan, dan juga Pluit.  Sementara untuk Jakarta Timur ada di Jalan Pemuda dan J...

Jeratan Hutang Membuat Negeri ini Kehilangan Duapertiga Nafasnya

Gambar
Lemah akal, minimnya kualitas SDM, dan keserakahan telah membuat Indonesia kehilangan muka. Pintu kemakmuran yang sejatinya siap dimasuki Indonesia dengan istilah “lepas landas” bukan saja tertutup, melainkan pintu itu sendiri seakan hilang dan kabur dalam tujuan. Lihatlah negeri ini, Indonesia. Negeri ini memiliki segalanya, keragaman kekayaan alam, lautan dan daratan, pegunungan dan perbukitan. Semuanya teramat mencengangkan dan mengundang birahi Negara lain untuk menjamah Indonesia . Apa pun sebenarnya dari negeri ini menebar sejuta pesona. Tetapi apa yang tersisa? Hampir tidak ada, kecuali warisan utang bagi anak bangsa dan masa depannya. Dulu, penjajah fisik berusaha merampok secara halus atau kasar kekayaan negeri ini. Kini, justru kita yang ‘menyerahkan’ hampir separuh kekayaan kita. Dan itu terjadi begitu saja, lantaran kebodohan dan keserakahan. Kebiasaan berhutang tetapi tak memakainya untuk kegiatan produktif menjadi alasan utama beralihnya asset na...

EKONOMI YANG MEMBAHAGIAKAN

Gambar
Oleh M. Anis Matta Umar bin Abdul aziz muncul di persimpangan sejarah umat Islam di bawah kepemimpinan dinasti Bani Umayyah. Pada penghujung abad pertama hijriyah, dinasti ini memasuki usianya yang keenam puluh, atau dua pertiga dari usianya, dan telah mengalami pembusukan internal yang serius. Umar sendiri adalah bagian dari dinasti ini, hampir dalam segala hal. Walaupun pada dasarnya ia seorang ulama yang telah menguasai seluruh ilmu ulama – ulama Madinah, tapi secara Pribadi ia juga merupakan symbol dari gaya hidup dinasti Bani Umayyah yang korup, mewah dan boros. Itu membuatnya tidak cukup percaya diri untuk memimpin ketika keluarga kerajaan memintanya menggantikan posisi Abdul malik bin Marwan setelah beliau wafat. Bukan saja karena persoalan internal kerajaan yang kompleks, tapi juga karena ia sendiri merupakan bagian dari persoalan tersebut.   Ia adalah bagian dari masa lalu. Tapi pilihan atas dirinya, bagi keluarga kerajaan, adalah sebuah keharusan. Karena ...