Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bang Prima

Caleg PDIP Datang, Warga Acungkan Salam Tiga Jari PKS

Gambar
Sebelumnya caleg PKS, Prima Kumara diundang oleh warga RT08 RW02 Pengadegan untuk sosialisasi   pencoblosan  di wilayah tersebut dengan difasilitasi oleh tokoh setempat, yaitu Ustadzah   Sa’diyah. Ditemani udara Pengadegan Sabtu sore (5/4) yang bersahabat,   sosialisasi pun berjalan lancar. Warga menjadi mengerti   bagaimana   caranya mencoblos surat suara agar suaranya sah. Sebelumnya untuk informasi kapan pemilu, hampir semua warga sudah mengetahui. Namun tentang bagaimana suaranya menjadi sah, banyak warga yang belum mengetahui caranya. Setelah dijelaskan oleh caleg PKS dan timnya, warga menjadi paham dan tercerahkan. Setelah acara sosialisasi selesai, Bang Prima pun meninggalkan tempat sosialisasi. Setelah tiga menitan sang caleg PKS pulang,   tiba – tiba saja datang rombongan caleg PDIP dan timnya yang langsung memperagakan cara pencoblosan calegnya pada warga yang baru saja selesai mengikuti sosialisasi dari caleg PKS. Mengetahui ...

Caleg PKS Bantu Panwaslu, Copot Atribut Kampanye

Gambar
Sejumlah Caleg dan kader PKS di Pancoran, Sabtu malam (5/4) mulai mencopot atribut – atribut kampanye   sendiri, hal ini dilakukan atas kesadaran sendiri. Hal ini perlu diapresiasi, meskipun panwaslu dan juga KPU telah mengedarkan surat pemberitahuan kepada seluruh partai politik. Kalau kita kemarin sudah diberikan hak untuk memasang alat peraga, maka saat ini giliran kewajiban kita untuk mencopot atribut partai politik.   Tindakan pencopotan atribut kampanye adalah   wujud pembelajaran politik sehingga harapannya agar semua caleg dan juga parpol untuk mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama. Selain itu juga, agar masa tenang ini tidak ternodai. “Sesuai dengan aturan, mulai tanggal 6 April, semua alat peraga kampanye harus sudah bersih. Saya juga meminta maaf kepada sejumlah pihak jika selama ini alat peraga kampanye milik saya telah mengganggu kepentingan publik,” ungkap warga Pancoran yang juga seorang caleg, Prima Kumara.  Lebih lanjut, pria ...

Caleg PKS Berhasil Bobol Gawang Lawan

Gambar
Calon Anggota Legislatif DPRD DKI Jakarta, Prima Kumara  tidak ambil pusing jelang Pemilu Legislatif pada Rabu 9 April 2014 nanti. Senin (31/3/2014), Prima Kumara memilih ikut bermain futsal dengan beberapa klub futsal Jakarta Selatan.  Bang Prima Kumara ternyata masih gesit dalam bermain futsal, dan sukses mencetak gol ke gawang lawan. Bang Prima berangkat dari rumahnya di Pancoran Barat, menuju lokasi futsal lapangan Hanggar Pancoran Jalan Gatot Subroto. Mengenakan kaos putih berkerah, berlogo PKS dan sepatu kets, Bang Prima Kumara tiba sekitar pukul 08.00 WIB.  "Pemilu itu harusnya seperti pertandingan futsal, bertanding tapi sportif … siap menang, siap kalah, dan tanpa kampanye hitam" kata Bang Prima menyemangati tim futsal se Jakarta Selatan yang akan bertanding. Setelah sedikit pemanasan, pria yang dikenal penyuka olah raga futsal ini langsung masuk ke lapangan. Ia ikut bertanding melawan salah satu klub yang ada. Tendangan pertama diberika...

Pengkotak - Kotakkan Antara Nasionalis dan Islam Sudah Ketinggalan Zaman

Gambar
Oleh Prima Kumara Caleg DPRD DKI nomor 5 dari PKS (Dapil : Pancoran, Tebet, Mampang, Pasar minggu, Jagakarsa) Pengotak-kotakkan ideologi partai maupun tokoh Partai Islam dan Nasionalis dapat memberi kesan bahwa orang Islam tidak nasionalis dan sebaliknya kalangan nasionalis tidak Islami. Ini adalah salah satu bagian untuk mengadu domba antara kelompok nasional dan Islam. Ini adalah wujud keprihatinan, kegenitan, over-exploitative , tidak jujur, dan mencurigakan dari kalangan yang tidak senang kalau nasionalis dan Islam bergabung. Sesungguhnya mereka yang menuduh Islam dan nasionalis saling melemahkan adalah melawan sejarah dan mengingkari sejarah Indonesia, mereka menyebutnya dengan istilah ahistoris . Opini yang mengesankan kalangan Islam tidak nasionalis jelas akan menyinggung perasaan sebagian besar anak bangsa dan juga para founding fathers bangsa ini. Sejak berabad-abad lampau, umat Islam terbukti paling sengit melawan penjajah dan tak terhitung banyak...

Benahi Jakarta : Harus Dimulai dari Kaum Dhuafa

Gambar
Ada lima masalah besar yang dihadapi warga dan pemda DKI, yakni kemiskinan, kesenjangan sosial, kemacetan, sampah, dan banjir. Persoalan – persoalan tersebut berkembang semakin buruk dan semakin jauh dari penyelesaian. Kemiskinan adalah ketiadaan akses pada hal – hal yang vital dalam hidup. Kemiskinan absolut berarti tidak punya akses kepada sumberdaya dasar yang menopang kehidupan, seperti air bersih, tanah, rumah yang layak, benih (bagi petani), makanan bergizi, berpendidikan, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang sehat. Ada definisi yang sangat sederhana mengenai kemiskinan, yaitu mereka yang hidup dengan pendapatan di bawah Rp 500.000 per bulan. Menuurt sebuah lembaga survey yang melakukan survey di enam kota besar di Indonesia, menulis bahwa 22 persen penduduk kota hidup dengan biaya kurang dari Rp 350.000 per bulan pada tahun 2001. Sementara 20 persen hidup dengan sekitar Rp. 350.000 sampai Rp. 500.000. BPS pernah mencatat 12,5 persen penduduk jakarta termasu...