Postingan

SEJARAH DPT FIKTIF SAAT PILKADA DKI 2007

Pilkada Jakarta 2007 merupakan salah satu bukti serta contoh yang tidak baik dari perilaku penyelenggara pilkada, yaitu Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta saat itu, khususnya pada aspek pendaftaran pemilih. Hasil audit beberapa lembaga pemantau seperti LP3ES dan NDI menunjukan sekitar 20 persen dari pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) merupakan "pemilih hantu" (pemilih fiktif). Di sisi lain sekitar 20 persen penduduk Jakarta yang berhak memilih ternyata tidak terdaftar dalam DPT yang dibuat penyelenggara pilkada. Persoalan DPT dalam Pilkada DKI yang dilaksanakan bulan Agustus 2007 saaat itu telah menjadi isu besar. Persoalan pendataan pemilih di Pilkada DKI mulai panas ketika tahapan pilkada sudah memasuki fase pemutakhiran Daftar Pemilih Sementara (DPS) menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sesuai tahapan pilkada DKI, perbaikan DPS Pilkada DKI berakhir pada tanggal 13 Juni 2007. Artinya, setelah tanggal 13 Juni, pendaftaran pemilih sudah t...

Yang Muda, Yang Memimpin Jakarta

Ibukota Jakarta adalah miniatur Indonesia. Masalah yang dihadapi bukan lokal saja tetapi nasional dan internasional. Seorang Gubernur DKI haruslah energik, mempunyai wawasan ke depan dan punya strong leadership. Gubernur DKI itu memimpin warga dari tukang batu sampai RI 1. Memimpin Jakarta tentu tidak sesederhana kepala suku mengendalikan anggota kaumnya. Pilkada Jakarta memang masih satu tahun lagi (2012). Namun beberapa nama cagub sudah mulai disebut - sebut. Banyak warga Jakarta yang  mengharapkan sosok yang akan muncul adalah sosok calon yang berdarah muda yang akan menjadi gubernur Jakarta. Jakarta membutuhkan pemimpin muda karena jakarta membutuhkan visi perubahan dan pemimpin muda diyakini akan mampu membawa Jakarta keluar dari berbagai persoalan yang ada. Banyak orang menilai sangat wajar untuk memberi kesempatan kepada generasi muda untuk tampil memimpin Jakarta ke depan. Sudah saatnya Jakarta dipimpin generasi muda yang energik dan memiliki wawasan dan visioner. ...

HASIL GOOGLING HIDAYAT + DIDIK UNGGUL

Gambar
inilah analisa sangat sederhana dari saya, semoga tidak dijadikan referensi GOOGLING HIDAYAT+DIDIK (2.480.000 HASIL) GOOGLING JOKOWI+AHOK (1.550.000 HASIL) GOOGLING FOKE+NARA (1.210.000 HASIL)

PASAR KAGET STEKPI MENJADI SAKSI CAGUB HIDAYAT YANG MERAKYAT

Gambar

KAMU PILIH YANG MANA ??

Gambar
Kalo mau beli sesuatu pasti liat-liat dulu. Yang ini begini yang itu begitu. Pikir-pikir timbang timbang Yang mana mencuri hati Lewat mesin pencari membanding janji Lha ternyata hanya beti ... Beda tipis Kalo begini dasar apa memilih Tentu siapa yang paling ahli merealisasi Yang kaya pengalaman bisa jadi staf ahli Yang suka kerja lapangan bisa jadi pelaksana Yang memimpin Hidayat – Didik pasti! HIDAYAT+DIDIK Solusi Masalah Transportasi : - kerjasama antar instansi dan pemerintah juga review anggaran APBD di tahun pertama (ref: http://metro.vivanews.com/news/read/302721-hidayat-akan-soroti-anggaran-banjir-dan-macet ) - 9 Jurus: mass transportation, double track kereta api, monorel, tol melingkar dan murah, MRT, kualitas polisi, pembatasan kendaraan, perbaikan perparkiran, konsolidasi kendaraan kecil (ref: http://www.merdeka.com/peristiwa/sembilan-jurus-hidayat-didik-atasi-macet.html ) - Membangun lahan parkir di titik masuk jakarta untuk penitipan kendaraan para commuter (ref: http://ww...

Hidayat Nur Wahid (HNW) Dekat Dengan Kalangan Nahdlatul Ulama (NU)

Gambar
Sarasehan Akbar ke-4 "Pesantren Untuk Bangsa" yang diselenggarakan oleh At-Turats di Hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (14/04) menjadi saksi kedekatan Hidayat Nur wahid dengan tokoh - tokoh NU. Dalam sarasehan tersebut, di antaranya hadir KH. Hasyim Muzhadi, Mahfud MD, dan Hidayat Nurwahid.. Diskusi dengan tema "Berpolitik dan Beretika?" berjalan hangat seputar berpolitik dan etika politikus di Indonesia. Sedikit juga disinggung tentang sistem politik yang berlaku di Indonesia. Kedekatan Hidayat Nur Wahid dengan kalangan NU bukan kali ini saja. Pada tahun – tahun sebelumnya, Hidayat Nur Wahid juga tidak jarang mendatangi pondok-pondok pesantren berbasis Nahdlatul Ulama di manapun termasuk di Jawa Timur. Salah satunya adalah Ponpes Salafiyah Syafi`iyah, Sukorejo, Asembagus, Situbondo. Menurut dia, lawatan ini hanya untuk mencari masukan – masukan untuk Bangsa ini ke depan. Sebab, Hidayat mengatakan, tujuan berpolitik bukan hanya untuk berebut kekuasaan...

JANJI HIDAYAT-DIDIK UNTUK JAKMANIA DAN PERSIJA

Gambar
Hidayat Nur Wahid, bakal calon Gubernur DKI Jakarta, berjanji akan membangun dua stadion sepak bola bertaraf internasional di Ibu Kota jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dirinya menyatakan, sebenarnya Jakarta belum memiliki stadion yang baik, bahkan memiliki standar kelas dunia. Oleh karena itu, jika jadi orang nomor satu di Jakarta, dia akan berkonsentrasi untuk memajukan olah raga. Salah satunya dengan membangun sarana olah raga yang terbaik. "Anda harus tahu Pemprov (DKI Jakarta) belum miliki stadion bertaraf internasional. Senayan itu milik Setneg, kemudian Lebak Bulus akan jadi subway. Kita akan bangun 2 stadion bertaraf internasional," jelas Hidayat saat ditemui wartawan di GOR Balai Rakyat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (8/4/2012). HNW berharap Jakarta tidak kalah dengan provinsi lain di Indonesia yang memiliki stadion terbaik. "Masa kalah dengan Bandung, mereka punya stadion yang hebat loh, yakni Jalak Harupat dan Siliwangi, masa Jakarta ...