Postingan

Pilkada DKI, Suara PKS harus Diperhitungkan

Sebagai tolok ukur politik nasional, gelaran pilkada DKI Jakarta selalu menarik perhatian berbagai pihak.Tingginya heterogenitas sosial, etnis serta golongan, berikut angka melek politik warga Ibu Kota yang relatif baik menjadikan pilkada DKI Jakarta istimewa. Karakteristik perilaku politik pemilih DKI juga relatif rasional dan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap perubahan. Strategi positioning tokoh-tokoh kunci dilakukan oleh parpol demi mendulang popularitas sekaligus mengamankan suara pemilih gubernur di DKI Jakarta. Jabatan untuk Gubernur DKI Jakarta memang menjadi magnet yang mengiurkan bagi para tokoh nasional. Saat Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu saja muncul sederet nama top yang ikut meramaikan bursa calon gubernur seperti Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Faisal Basri dan Bibit Waluyo. Sayangnya mereka tidak bisa ikut duel lantaran 19 parpol diborong oleh Fauzi Bowo semuanya. Pilkada DKI Jakarta 2012 yang akan memilih gubenur dan wakil gubernur, bagi para partai politik ...

Anis Matta (Nominator Polling INILAH.COM) : Memimpin dengan Kelapangan Dada

Gambar
"Kita mengelola orang pintar, karenanya susah mengatur, khususnya dalam sidang-sidang yang temanya berat. Mereka punya hak kolegial yang penuh sebagai anggota dewan," ujar Anis Matta, di Jakarta, belum lama ini. Tak hanya itu sebagai pimpinan dewan dirinya dituntut menguasai segala bidang mulai dari masalah politik, ekonomi, hukum, sosial dan semua masalah harus dikuasai. Sebagai pimpinan yang membidangi ekonomi dan keuangan, pria kelahiran Bone, 7 Desember 1968 memiliki target yakni menciptakan trasparasi anggaran. Target lainnya adalah memperkuat kompetensi pelaksanaan anggaran di DPR dengan membentuk yang namanya budget office. "Supaya kemampuan ini setara dengan pemerintah dalam penyusunan anggaran sehingga walau tugas kami hanya memberikan pandangan tapi pada kemampuan pembahasan Insya Allah satu level dengan pemerintah. Itu tanggung jawab saya dikoordinator bagian keuangan," akunya. Sementara sebagai pimpinan DPR, bapak delapan anak ini jug...

M Sohibul Iman (Nominator Polling INILAH.COM) : Bermimpi Tegaknya Moralitas Bernegara

Gambar
Nama Muhamad Sohibul Iman di panggung politik nasional baru tampak saat Pemilu 2009 lalu. Namun, saat penyusunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II lalu, namanya sempat mencuat menjadi salah satu kandidat menteri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Siapa sebenarnya sosok Muhamad Sohibul Iman? Sosok Muhamad Sohibul Iman agak berbeda dengan politisi parlemen lainnya. Penampilannya kalem, cool dan tampak low profile. Ini bisa dimaklumi mengingat latar belakang Iman, demikian sering disapa, merupakan dari kalangan akademisi. Pria kelahiran 5 Oktober 1965 ini pernah tercatat sebagai Rektor Universitas Paramadina 2005-2007. Setelah dari Universitas Paramadina, Iman juga tercatat sebagai dosen di Universitas Borobudur dan Universitas Pelita Harapan (2007-2008). Sebelum terjun di dunia kampus, Iman tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT). Pada 1998 dirinya terlibat aktif di Partai Keadilan (PK). Namun mundur dari partai sejak munculnya ...

Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat : Studi Kasus Kampung Rawajati

Kampung Rawajati merupakan wilayah yang padat penduduk. Kepadatan penduduk wilayah ini mencapai 9.000 jiwa per kilometer persegi. Rasio jenis kelamin sebesar 101 menunjukkan bahwa terdapat jumlah yang seimbang antara jumlah laki-laki dan perempuan. Wilayah ini sebagian besar didiami oleh para pensiunan, khususnya purnawirawan TNI AD. Hal ini disebabkan sebanyak enam RT merupakan wilayah komplek Zeni TNI AD dan empat RT lainnya adalah perumahan umum. Warga Kampung Rawajati memiliki berbagai aktivitas, terutama dalam pengelolaan lingkungan. Berbagai aktivitas tersebut diwadahi oleh kelembagaan yang mengaturnya. Kelembagaan yang digunakan dalam pengelolaan lingkungan antara lain PKK, KPS dan Kelompok Agrowisata. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun Kampung Rawajati memiliki keterbatasan lahan, tetapi dukungan akan sumberdaya manusia dan kelembagaan dalam melakukan pengelolaan lingkungan sangatlah aktif. Pengelolaan lingkungan Kampung Rawajati merupakan salah satu bentuk pengelolaan lingkung...

Menteri BUMN, Mustafa Abubakar : BUMN Tower akan dibangun di Pancoran

Gambar
Kementerian Badan Usaha Milik Negara berencana akan membangun Menara BUMN (BUMN Tower). Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, BUMN Tower tersebut akan dibangun di lokasi Markas Besar TNI Angkatan Udara di Pancoran, Jakarta. "Itu kan tanahnya milik RNI (Rajawali Nusantara Indonesia/persero)," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta (28/01). Kendati demikian, dia mengakui, lokasi tersebut juga belum final sebab tergantung RNI. "Kita lihat nanti, RNI mau atau tidak menyerahkan tanah untuk pembangunan itu," tutur Mustafa. Meski rencana pembangunan BUMN Tower masih dalam tahap pengkajian, namun Mustafa menegaskan, pembangunan proyek menara ini akan dikerjakan secara serius. Adapun pihak yang berminat membangun BUMN tower ini adalah Grup Ciputra, pengusaha Tommy Winata, PT Adhi Karya Tbk, dan Dana Taspen yang telah menyerahkan proposal. Model pembangunan menara tersebut, katanya, dilhami oleh Pancasila. "Ada usulan membangun lima tower seperti pada pancasila. Nantiny...

Mustafa Kamal (Nominator Polling INILAH.COM) - Membangun Daya Kritis Sejak Dini

Gambar
Tak seperti pemilu 1998 silam yang begitu bereuforia, kini carut marut dunia perpolitikan telah membuat masyarakat tak berempati lagi pada partai politik. Kondisi ini juga dirasakan Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal. "Saya merasa asing dengan perpolitikan belakang ini dibandingkan 1998. Dulu kita bercita-cita agar perpolitikan Indonesia lebih baik. Sekarang ini yang ada distorsi-distorsi. Orang berpolitik di era anti politik. Dulu harapan orang mengebu-gebu kepada parpol sekarang kecewa pada parpol," kata Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, baru-baru ini. Pria kelahiran Jakarta, 14 Desember 1969, yang ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini mengaku terjun dalam dunia politik sejak 1998. Politisi PKS ini ingin pemilu 2009-2014 ini kembali seperti 1998. Dimana masyarakat sangat bereforia terhadap parpol. "Pada 2009-2014 selain ada regenerasi ditingkat nasional, kita berhasil membangun jati diri. Saya tidak mengatakan semua buruk, kita harus pastikan semuanya baik bagi arah perke...

Aus Hidayat Nur : Kesederhanaan Anggota DPR RI

Gambar
Waktu baru menunjukkan pukul 05.30 WIB. Anggota DPR Aus Hidayat Nur meninggalkan rumahnya di Jalan Kelapa Dua Raya RTM Cimanggis, Depok dengan membonceng sepeda motor. Salah satu anaknya yang mengendarai kendaraan roda dua itu. Tujuan mereka adalah Stasiun Universitas Indonesia (UI). Perjalanan tak sampai 30 menit, tiba di stasiun, politisi PKS ini segera membeli tiket KRL Eksekutif tujuan Stasiun Tanah-abang seharga Rp 5.500. Pukul 06.15 WIB kereta yang ditunggu-tunggu datang. Pria ini langsung naik gerbong yang lumayan sejuk dan membuat mata ingin terperam. Perjalanan ke Stasiun Tanah-abang memakan waktu sekitar 45 menit. Sekitar pukul 7, Aus sudah di berada di depan stasiun dan memanggil ojek. "Hampir setiap hari saya naik KRL agar lebih cepat sampai kantor," kata Aus Hidayat Nur. Aus kembali naik ke boncengan motor untuk sampai ke kantornya di gedung DPR. Ongkos ojek Rp 20 ribu. "Sebetulnya harga normalnya Rp 10 ribu. Ya lumayan lah bisa sekalian membantu orang,...