Posko Mudik PKS sepanjang Pantura


Pemudik Idul Fitri 2008 yang menggunakan angkutan darat diperkirakan naik menjadi sekitar 6,9 juta orang. Dari jumlah itu, 2,5 juta di antaranya pulang ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan kendaraan bermotor roda dua.
Hiruk pikuk pemudik tentu memerlukan penanganan khusus di lapangan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemudik akan memasuki kota- kota di Jawa Tengah dengan naik kendaraan mobil pribadi dan sepeda motor.
Pada situasi jalan penuh pemudik, hampir semua kota akan melakukan pengamanan maksimal supaya pemudik yang tiba dan melintas bisa aman dan nyaman.
Kebutuhan pemudik dibidik oleh banyak kalangan termasuk partai politik yang juga tergerak berpartisipasi memberikan layanan pemudik.
Layanan partai politik terhadap pemudik bukan hal baru. Sejak 1999, kemunculan Partai Keadilan Sejahtera sudah memberikan layanan posko bagi pemudik. Kemudian diikuti PDI-P, Partai Golkar, lembaga- lembaga kemanusiaan lain seperti PMI dan organisasi radio swasta seperti RAPI dan Orari.
Menurut Hadi Santoso, Ketua Badan Kehumasan DPW PKS Jateng, posko PKS menyediakan tempat untuk istirahat, mushala kecil, dan sarana MCK. Kebanyakan pemudik yang beristirahat masih dalam suasana puasa, maka PKS tidak menyediakan makanan.
"Sebaliknya jika pemudik tiba saat waktu berbuka atau malam hari, PKS menyediakan makanan. Di posko yang terletak di jalan vital rawan kecelakaan, tidak jarang kami juga menyediakan mobil kesehatan," kata Hadi Santoso.
Jalur-jalur favorit yang jadi incaran PKS membuka posko layanan pemudik banyak di jalur pantura. Posko pemudik PKS antara lain berada di Tanjung, Tegal, Pemalang, hingga Semarang-Rembang.
Kondisi pemudik terutama dari Jakarta setiba di daerah Jateng setelah masuk Brebes biasanya lelah. Lebih dari 350 kilometer perjalanan telah mereka tempuh sehingga memerlukan istirahat sekali lagi sebelum tiba di kota-kota di Jateng sebagai daerah tujuan akhir mudiknya.
Sementara pemudik yang ke arah Jatim, perjalanan Brebes- Rembang kurang lebih 200 kilometer memerlukan waktu istirahat di kota-kota daerah timur Jateng.
Sri Kuncoro, warga Ciputat, Tangerang, yang sering mudik ke Salatiga menuturkan, dia sering istirahat di posko layanan pemudik milik partai politik. Dia biasa beristirahat selama 1,5 jam sebelum melanjutkan perjalanan lagi.

Untuk memberikan pelayanan bagi para pemudik, DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng biasanya mendirikan posko terpadu Lebaran.
"Ini bagian dari komitmen PKS untuk menjadi pelayan rakyat. Jika ke tempat musibah kan relatif sering terjun, untuk itu sekarang kami hadir menemani pada saat senang," ungkap Plh Ketua DPW PKS Jateng Drs Amin Wahyudi MM.
24 Jam Penuh
Menurut rencana, ujar Amin, posko itu akan disiapkan bagi masyarakat selama 24 jam penuh. "Ini bagian dari program nasional untuk memberikan bantuan kepada para pemudik," ucapnya.
Di dalam tenda yang berukuran 5 x 7 meter itu tersedia sarana yang menunjang aktivitas mudik. Fasilitas yang disiapkan adalah tempat shalat, tempat istirahat yang dilengkapi dengan 7 matras, 1 kasur lipat, pesawat televisi, VCD player, takjil berbuka, peta mudik, dan peralatan kesehatan.
Penanggung Jawab Posko Mudik PKS Jateng Madi Mulyono mengemukakan, posko ini sebagai tempat beristirahat pemudik. "Kami berharap, pemudik dapat beristirahat dengan santai. Kecelakaan lalu lintas kan paling banyak karena faktor kelelahan," tandasnya.