PKS Galakan Gerakan Peduli Tetangga

Di sebelah Kiri kanan di mana kita tinggal adalah para tetangga kita.. mereka tinggal berdampingan dengan kita entah itu seakidah atau tidak, baik atau berperangai buruk. Namun kita dituntut untuk selalu berbuat baik pada mereka. Banyak sekali contohperbuatan-perbuatan yang baik dianjurkan seperti; tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka.
Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Demi Alloh, tidak beriman; demi Alloh, tidak beriman; demi Alloh, tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa, wahai Rasululloh? Nabi menjawab: ‘Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya’. (Muttafaq’alaih).
Jadi sampai 3x Kanjeng Nabi menyatakan kalimat Wallahi! Tidak beriman. Penekanan ini sangatlah urgent tuk mengetahui esensi makna sabda beliau itu. Dan kita seyogyakanya jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka. Jikalau ada kelebihan rejeki hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita.

Yang Dinamakan Tetangga
Adapun tentang batasan tetangga :Al-Uza'i berpendapat : 'Empat puluh rumah dari setiap arah'. Ibnu Syihab juga berpendapat demikian. Dan salah satu empati yang diajarkan Rasullulah yang bisa kita ambil teladannya adalah masalh berbagi, hingga kemasalah berbagi makanan, seperti hadist sbb; Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).
Kita jua hendaknya turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hendaknya kita tidak juga selalu mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka.
Namun kalaupun kita dikondisikan harus bersabar manakala kita pusing dan sedikit/banyak terganggu (apalagi, jikalau sedang kondisi sedang sakit tuk istirahat malam hari) misalnya tiap malam dengan kebrisikan sekelompok tetangga yang gemar main domino yang selalu selesai bermain dengan kartu ‘batu’ yang keras hingga pukul 1-2 dini hari. Hingga sudah menjadi pendengaran biasa tiap malam kecuali cuaca hujan, kita tampaknya juga diberikan garansi dijanjikan oleh Allah SWT sebagai yang dicintai-Nya.

Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam kembali bersabda: “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Alloh…. “Disebutkan salah satu di antaranya adalah Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Ternyata permasalahan "tetangga" bukanlah remeh, bahkan sangat diperhitungkan di dalam agama Islam. Terlebih lagi, Islam mewasiatkan untuk selalu menjaga dan memuliakan tetangga. Simaklah firman Allah :
"Sembahlah Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dekat maupun tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang mengadakan perjalanan) dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (An Nisaa': 36)