Capres dan Caper

Cari perhatian (caper) sebenarnya merupakan salah satu bentuk negatif dari sekian cara menarik perhatian orang lain. Apalagi kalau sifatnya menjatuhkan, kalau seseorang capres menjadi orang yang suka mencari perhatian, mungkin dia sudah sampai pada titik akhir untuk menemukan cara menarik perhatian orang (konstituen). Sampe satu - satunya cara yang bisa dilakukan adalah bersikap demikian dalam konteks “sedikit negatif”. Ternyata dampaknya bukan membuat konstituen tertarik justru membuat konstituen berusaha menghindar.
Seseorang yang caper ini biasanya ada 2 tipe:
Orang yang memang kurang perhatian.
Orang yang emang sok, jadi sengaja cari perhatian, misalnya, caper dengan ngomong sana – ngomong sini, kritik sana – kritik sini, hujat sana – hujat sini.
Seseorang yang selalu ingin diperhatikan orang lain, biasanya pandai bersandiwara, omong besar dan emosinya meledak – ledak, dalam istilah psikolog dikenal dengan nama histrionik. Dalam bahasa ”gaul” gejala ini disingkat dengan tiga huruf “MPO”, yaitu mencari perhatian orang.
Ingin mendapatkan perhatian sebenarnya adalah fitrah dan sifat manusia yang alami sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin hidup sendiri, melainkan butuh pertolongan dan kasih sayang sesamanya. Dari mulai gaya bayi yang minta mimi, remaja yang manja minta dipuja, manula yang banyak mengeluh, sampai capres yang tebar pesona, itu semuanya merupakan gejala MPO. Kalau capres mungkin karena takut ditinggal ”penggemar”.
Wajar memang. Hanya saja masalahnya banyak diantara mereka salah strategi untuk mendapatkan perhatian. Minimal ada dua strategi yang bisa digunakan untuk para capres yang caper.
Pertama, ingatlah rumus ilmu sosial yang berbunyi : Jika kita ingin dihargai, hargai dulu orang lain. Jika omongan kita ingin didengerin, biasakan dulu mendengarkan orang lain. Jadi, kalau capres ingin diperhatikan, biasakan untuk memberikan perhatian yang tulus pada konstituen. Dengarkan dengan penuh empati ketika mereka curhat tentang masalahnya. So, berikan saja perhatian yang tulus pada konstituen dan lihat apa yang terjadi.
Kedua, jadilah diri sendiri, atau bahasa kerennya be yourself atau be not no body. Percayalah, perhatian selalu identik dengan keunikan dan setiap orang punya keunikan masing-masing. Modal keunikan seseorang akan habis kalau mereka terus menjualnya dengan menjiplak gaya hidup orang lain, dan akhirnya menjelma menjadi pribadi yang basi. Keunikan inilah yang tidak dimiliki capres kita yang lebih doyan meniru gaya capres yang lain (ada juga yang meniru gaya capres barat) daripada menciptakan gaya sendiri. Sehingga mereka tidak pernah go international, kalah sama Bob Marley yang membawa keunikan Zimbabwenya, kalah sama kang Asep Sunarya dengan wayang goleknya yang unik, kalah sama Andrea Hirata dengan laskar pelanginya.
Persoalannya bukan terletak pada boleh ngikut atau nggak boleh ngikut, tapi jangan asal ngikut!. Mesti punya prinsip dan lakukan apa yang diyakini benar dan jangan lakukan apa yang meragukan.
Tinggal capres sekarang yang menentukan pilihan. Mau jadi capres unik dengan perilaku tidak wajar dan mendapat perhatian masyarakat sebagai orang yang tidak laku atau jadi capres penuh percaya diri yang unik karena penuh dengan cahaya kesalehan yang mengagumkan?
Mencari perhatian tidaklah salah, hanya saja kadang tidak tepat sasaran dan terkadang perhatian yang didapatpun tidak sesuai dengan pengorbanan yang diberikan. Sudah susah-susah ngeluarin kocek, ujung-ujungnya habis manis sepah dibuang. Ya, namanya juga perhatian manusia (konstituen), banyak yang klise, semu, dan mudah basi.
Saudaraku, ada satu Dzat yang jika kita mendekatinya sehasta Dia mendekati kita sedepa. Selangkah kita merapat padaNya, seribu langkah Dia merapat pada kita. Kita menyambutNya dengan berjalan, Dia menyambut kita dengan berlari. Akhirnya jika kita mendapat perhatian Nya, Dia akan memerintahkan kepada malaikat untuk menyampaikan kepada seluruh isi langit dan bumi untuk mencintai kita. Itulah Tuhan yang kekal dan kuasa, dan kunci untuk mendapatkan cintaNya adalah dengan mencintaiNya melebihi apapun.
Jadi, kepada semua capres, kalau anda semua mau untung, sudah saatnya anda harus ganti rumus, kalau para capres sekarang masih pada suka MPO, mulai sekarang ganti jadi MPT (mencari perhatian tuhan). Dengan melakukan MPT maka MPO pun otomatis akan didapatkan.

Dari beberapa sumber