Hizbut Tahrir Indonesia (in Memorial): "Hidayat Nurwahid Pantas Jadi Khalifah"


Sekali lagi, ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera melakukan aksi solidaritas atas rakyat Irak. Pada Ahad, 16 Mei 2004, Tugu Proklamasi, Menteng, menjadi saksi semangat yang berkobar dari ribuan kader PK Sejahtera untuk membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Baik berupa penjajahan fisik berkedok penerapan demokrasi yang dilakukan Amerika Serikat di Irak, ataupun penjajahan ekonomi yang menghilangkan kedaulatan bangsa, di negara-negara Islam.

Dipayungi awan mendung dan sedikit rintik hujan, hadir dalam aksi tersebut Presiden PK Sejahtera HM Hidayat Nurwahid, mantan Ketua KNPI, Adhyaksa M Dault, budayawan Chairul Umam, Ketua Partai Bulan Bintang Ahmad Sumargono, hingga Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto.

Hidayat Nur Wahid mengatakan dengan dalih atas nama memerangi terorisme ternyata Amerika Serikat telah menghalalkan segala cara untuk melindungi dirinya dengan justru melakukan pelanggaran hukum, keadilan dan HAM. Selain itu Hidayat pun mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mendesak pemerintah Amerika Serikat supaya dapat mengekstradidi tahanan Umar al-Farouk dan Hambali. Hal ini perlu agar pernyataan-pernyataannya dapat dikonfrontir untuk membuka segala kebohongan-kebohongan selama ini.

Dalam aksi kali ini, bukan saja diliputi oleh semangat perlawanan terhadap kebiadaban Amerika Serikat. Dalam orasinya, beberapa tokoh menyatakan dukungan terhadap Hidayat Nurwahid untuk dicalonkan sebagai Presiden RI. Bahkan menurut Adhyaksa, dengan majunya Presiden PK Sejahtera ini sebagai Presiden RI, akan menyatukan potensi umat Islam tidak saja di Indonesia tapi di seluruh dunia untuk bersatu. Dukungan serupa juga dinyatakan budayawan Taufik Ismail yang disampaikan lewat Charul Umam, bahkan beliau mempertanyakan kenapa Hidayat Nurwahid tidak mencalonkan diri sebagai Presiden dalam Pemilu Presiden kali ini.

Selain itu, suasana haru juga melingkupi setiap hati pada kader, saat juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto, menyampaikan salam perjuangan dari Hizbut Tahrir Indonesia pada kader dan simpatisan PK Sejahtera. Dalam orasinya, Ismail mengatakan bahwa solusi untuk mengakhiri kesewang-wenangan Amerika adalah dengan menguatkan posisi negara-negara Islam. Namun sayangnya, hingga saat ini negara-negara Islam justru dipimpin oleh penguasa-penguasa boneka. Karenanya Ismail menegaskan, sudah tugas umat Islam untuk merebut kepemimpinan di negara-negara muslim sehingga negara-negara Islam tidak lagi menjadi antek-antek Amerika. Untuk itu, dikatakan Ismail, Hizbut Tahrir mendukung Hidayat Nurwahid tampil sebagai pemimpin bagi kaum muslimin negeri ini. "Bahkan tidak saja menjadi Presiden, kalau beliau bersedia, sesungguhnya Hidayat Nurwahid pantas untuk menjadi khalifah!" ujar Ismail yang disambut gemuruh pekikan takbir.

Terakhir, Ismail kembali menyerukan agar setiap kelompok umat Islam untuk bergandengan tangan menguatkan barisan. Karena musuh yang sesungguhnya bukanlah sesama kelompok Islam yang merupakan kawan seiring, melainkan para penganut sistem sekuler. Ismail berharap, untuk ke depan tidak saja Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir yang bergandeng tangan, namun juga kelompok-kelompok Islam lainnya. Tentu saja ucapan Ismail ini disambut dengan takbir kembali oleh para massa peserta aksi yang merindukan persatuan umat.

Duh indahnya... jika kita semua bisa saling bergandengan tangan.

sumber : http://forum.dudung.net